
Sekolah Penuh Lumpur Pasca Banjir, Kegiatan Belajar Dilakukan Daring
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jawa Tengah
Banjir yang melanda Kabupaten Kendal sejak 20 Januari lalu berdampak serius terhadap aktivitas belajar di SMP Negeri 2 Patebon.
Pihak sekolah masih berupaya membersihkan sisa lumpur dan genangan air yang masih terdapat di dalam maupun luar kelas. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan dan dialihkan secara daring.
Kepala SMP Negeri 2 Patebon, Kuncoro Pujiwarto, menyampaikan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pihak terkait untuk mencari solusi agar banjir tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Saat kejadian, banjir setinggi dua meter (disebabkan) karena derasnya air penjaga sekolah tidak sempat menyelamatkan barang," kata Kuncoro, dikutip, Kamis, 6 Februari 2025.
Selain itu, situasi semakin diperburuk dengan padamnya listrik, yang membuat penjaga sekolah hanya dapat menyelamatkan diri.
Ia juga mengatakan saat ini pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal terkait dokumen-dokumen penting yang rusak akibat terendam lumpur.
"Untuk mebel 60 persen yang masih bisa dipakai sedangkan alat elektronik tidak ada yang bisa dipakai karena terendam banjir selama satu minggu dan bercampur lumpur. Lumpur dengan ketebalan antara 10 hingga 30 sentimeter masih memenuhi beberapa ruang kelas" ujarnya.
Lebih lanjut, para guru dan siswa bekerja sama membersihkan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali normal. Pihak sekolah juga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dan masyarakat guna mempercepat pemulihan kondisi sekolah.
“Sebenarnya juga tidak mau sekolahnya kebanjiran hampir tiga tahun sekolah di sini baru kali ini sekolahnya kebanjiran, ini di jadwal giliran untuk membersihkan kelas, yang tidak dapat giliran membersihkan kelas tetap belajar di rumah melalui daring,” jelas siswa kelas 9, Nafis Hama Falah.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Sulardi menyatakan untuk sementara waktu, siswa tetap belajar dari rumah melalui sistem daring. Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengganti mebel dan perlengkapan sekolah yang rusak akibat banjir.
“Dampak dari banjir menyisakan masalah ada 54 sekolah yang terendam banjir di kabupaten kendal, namun sampai hari ini masih ada dua sekolah yang belum selesai di bersihkan seperti SMP N2 Paterbon dan SD Kebonharjo 2 Patebon," jelas Sulardi.
Editor: Redaktur TVRINews
