
Wamen Ekraf Dorong Festival jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mendukung penyelenggaraan Jogja Festival Forum & Expo (JFFE) 2026 pada 15-16 April 2026.
Irene menyampaikan, Daerah Istimewa Yogyakarta telah dikenal dengan beragam festival. Karenanya, kehadiran JFFE 2026 bisa menjadi penguatan ekosistem festival sebagai penggerak ekonomi kreatif khususnya dari wilayah tersebut. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi tim panitia JFFE 2026 di Autograph Tower, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

"Yogya is full expo sudah dikenal banyak orang, namun setiap perhelatan festival memang harus naik kelas. Kami bisa bantu untuk mengkoneksikan JFFE 2026 sebagai festival yang tak hanya menjadi ruang perayaan budaya, melainkan juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dengan dorongan kolaborasi antar pejuang ekraf, pariwisata, digital, hingga merchandising yang memberi dampak ekonomi semakin luas," kata Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Wamen Ekraf Irene juga menyampaikan peluang kolaborasj lintas sektor di Indonesia. Nantinya tema Festival as Cultural & Economic Infrastructure akan menekankan kolaborasi dan diplomasi antar penyelenggara festival.
"Tugas Kementerian Ekraf lima tahun pertama adalah setting up the foundations dan membuka selebar-lebarnya kesempatan untuk menaikkan kapabilitas dari komunitas-komunitas kreatif yang ada. Maka, dalam suatu festival juga perlu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem sehingga persoalan maupun peluang dapat dibahas bersama dan berawal dari situlah kolaborasi serta model bisnis baru bisa terbentuk," tuturnya.
Jogja Festivals merupakan ruang kolaborasi yang mewadahi pengembangan festival, seni, budaya, dan kreativitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam praktiknya, integrasi antara festival dalam mempertemukan pejuang ekraf dan sistem pendukung Intellectual Property (IP) masih bersifat parsial. Dibutuhkan peran negara sebagai penopang ekosistem sehingga optimalisasi festival jadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif jangka panjang.
"Jogja Festivals itu sebagai rumah untuk semua festival di Jogja. Berawal dari 15 festival, kini Jogja Festivals sudah menjadi platform kolaborasi untuk 40 festival di Yogyakarta yang secara konsisten diselenggarakan tiap tahun. Tentu kami ingin membuat forum untuk tiap subsektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan jejaring pelaku festival, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama internasional," jelas Managing Director Jogja Festivals, Dinda Intan Pramesti Putri.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga sudah mendeklarasikan kotanya sebagai Kota Festival sehingga suatu festival memiliki potensi strategis menjadi simpul pergerakan ekonomi kreatif dan city branding yang berdampak langsung terhadap industri kreatif dan sektor pariwisata.
Selain itu, JFFE 2026 juga mendorong pengembangan paket wisata berbasis konten festival, kerja sama dengan travel agent, serta pemanfaatan platform digital untuk perluas jangkauan promosi dan pengalaman festival bagi audiens global.
"Festival menjadi market ideas perayaan dari setiap subsektor ekraf dan menjadi soft infrastructure dalam sebuah ekosistem kreatif. Jadi, kami butuh dukungan untuk penguatan ekosistem festival sehingga ada pengembangan bisnis dengan pendekatan yang lebih terbuka terhadap inovasi. Kami dapat banyak masukan dari Ibu Wamen Ekraf untuk penguatan acara JFFE 2026 tadi," jelas Dinda Intan Pramesti Putri.
Dalam pertemuan tersebut, didiskusikan juga transformasi ekonomi melalui festival serta tantangan dalam promosi berbasis konten festival.
Maka, JFFE 2026 diharapkan menghadirkan festival sebagai pusat energi budaya dan ekonomi kreatif melalui agenda simposium, forum festival Asia, serta pertemuan pejuang festival ASEAN yang memperkuat posisi Yogyakarta menjadi Kota Festival sekaligus hub pertukaran ide maupun kerja sama regional.
Pada audiensi ini, Wamen Ekraf Irene didampingi Plh. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Amir Hamzah; Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar; serta hadir pula Deputy Partnership Jogja Festivals, Felencia Hutabarat dan Festival Manager Jogja-NETPAC Asian Film, Lyza Anggraheni.
Editor: Redaksi TVRINews
