
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Buku terbaru karya Dirgayuza Setiawan mengungkap fragmen personal dan dedikasi emosional Presiden ke-8 RI yang jarang tersorot publik.
Sebuah narasi baru mengenai sosok Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kini tengah menjadi sorotan melalui peluncuran buku bertajuk "Inilah Prabowo, Apa Adanya".
Dirangkum oleh Dirgayuza Setiawan, buku ini tidak sekadar menyajikan catatan politik, melainkan sebuah peta navigasi untuk memahami kedalaman jiwa dan sisi manusiawi sang jenderal yang selama ini kerap tersembunyi di balik seragam tegasnya.
Buku ini memotret perjalanan panjang Presiden Prabowo dengan kejujuran yang mentah, mulai dari momen kesunyian, luka masa lalu, hingga keputusan-keputusan berat yang diambil demi kecintaannya pada tanah air.
Berbeda dengan literatur politik pada umumnya, karya ini diposisikan sebagai refleksi diri yang emosional dan tulus.
Paradoks yang Indah
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, yang juga dikenal sebagai kawan diskusi sekaligus kritikus sengit Presiden Prabowo, memberikan testimoni mendalam mengenai isi buku tersebut.
Menurutnya, buku ini memvalidasi apa yang ia rasakan selama berinteraksi langsung dengan sang tokoh.

(Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah)
"Membaca bab demi bab buku ini, saya sampai pada satu kesimpulan: Prabowo Subianto adalah paradoks yang indah.
Ia seorang jenderal tempur, tapi jiwanya sangat melankolis memikirkan nasib rakyat," ungkap Fahri Hamzah dalam catatan yang ditulis di media sosial pribadinya.
Fahri menambahkan bahwa di balik citra militeristik yang melekat, terdapat sosok "elit berdarah biru" yang hatinya justru tertambat pada realitas pasar tradisional dan sawah petani.
Narasi ini diperkuat oleh fokus utama buku yang menonjolkan keinginan sederhana namun fundamental dari seorang Prabowo: memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup melalui susu dan pendidikan yang layak.
Lebih dari Sekadar Politik
Melalui tangan Dirgayuza Setiawan, buku ini menggarisbawahi bahwa Presiden Prabowo adalah seorang demokrat sejati yang tumbuh dari rahim militer.
Penulis mengajak pembaca untuk merasakan "frekuensi hati" di balik setiap kebijakan dan langkah politik yang diambil.
Poin-poin utama yang diangkat dalam buku ini meliputi:
- Kejujuran Narasi: Menceritakan pengalaman nyata dan sisi rentan Prabowo yang jarang tersentuh kamera.
- Visi Masa Depan: Fokus pada strategi transformasi bangsa untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
- Kepemimpinan yang Humanis: Menegaskan bahwa dedikasinya bukan sebagai alat propaganda, melainkan bentuk pengabdian tulus untuk kehormatan bangsa di mata dunia.
Buku ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh sosok pemimpinnya bukan hanya sebagai figur otoritas, melainkan sebagai seorang ayah dan patriot yang sering kali disalahpahami di tengah hiruk-pikuk politik transaksional.
Editor: Redaksi TVRINews
