
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Pidie Jaya
Kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh yang terjadi pada akhir November 2025. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, TNI mengerahkan kendaraan Reverse Osmosis (RO) ke sejumlah titik terdampak guna memproduksi air siap konsumsi langsung di lokasi.
Langkah ini dilakukan di tengah masih berlangsungnya masa pemulihan pascabencana. Selain pengeboran sumur, kendaraan RO bergerak mendatangi pengungsian dan desa-desa yang masih bertahan untuk memastikan warga memperoleh akses air bersih secara cepat.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi, terutama air bersih.
“Penambahan secara maksimal truk air minum dan persediaan air bersih, terutama di lokasi yang paling terdampak. Presiden ingin memastikan semua warga mendapat kebutuhan tersebut,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Distribusi Langsung di Lokasi Terdampak
Berdasarkan data yang dihimpun, pendistribusian air bersih telah dilakukan di Desa Dayah Kleng dan Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kendaraan RO dioperasikan langsung di dua desa tersebut, sehingga warga dapat mengisi galon dan wadah air yang dibawa secara bergantian.
Antrean warga terlihat tertib. Galon demi galon terisi air bersih yang sangat dibutuhkan, mengingat banyak sumber air di sekitar permukiman tercemar lumpur dan material banjir.
Kendaraan RO tidak hanya menyasar lokasi pengungsian, tetapi juga desa-desa yang warganya masih bertahan di rumah masing-masing. Produksi air bersih dilakukan di tempat agar distribusi bisa lebih cepat dan efisien.
Upaya ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung.
Editor: Redaktur TVRINews
