
BSPS Jadi Program Utama, PKP Alokasikan Anggaran Terbesar 2026
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi fokus utama dalam pagu anggaran Kementerian PKP tahun 2026. Dari total anggaran Rp 10,895 triliun, sebesar Rp 8,9 triliun atau 81,69 persen dialokasikan untuk pelaksanaan bedah rumah.
“Sebesar Rp 8,9 triliun kami arahkan untuk BSPS dengan target 400 ribu unit. Ini adalah program prioritas yang disepakati bersama DPR, terutama untuk daerah miskin, terluar, dan wilayah dengan tingkat kesenjangan tinggi,” kata Maruarar Sirait dalam rapat kerja Komisi V DPR RI, Rabu (19/11/2025).
Maruarar juga menjelaskan capaian anggaran Kementerian PKP tahun 2025. Dari pagu awal Rp 5,27 triliun, terdapat blokir perjalanan dinas sebesar Rp 557 miliar sehingga pagu efektif menjadi Rp 4,71 triliun. Hingga triwulan ketiga, penyerapan anggaran mencapai 77,65 persen.
“Per 18 November, realisasi baru 39,89 persen dan naik menjadi 77,65 persen. Target kami pada 28 November adalah 85,02 persen dan di akhir tahun mencapai 97 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian PKP terus melakukan evaluasi rutin agar program perumahan rakyat berjalan tepat sasaran dan tepat waktu, khususnya untuk mendukung peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
Editor: Redaktur TVRINews
