
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 April 2026. Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan proyek strategis pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.
Pada kesempatan tersebut Didit menjelaskan bahwa saat ini proyek besar tersebut masih berada dalam tahap perencanaan. Pemerintah tengah melakukan pendalaman lebih lanjut, terutama mengenai aspek teknis konstruksi yang akan diterapkan di lapangan dengan mengoptimalkan potensi dalam negeri.

"Ya, soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi. Gitu aja," ujar Didit saat memberikan keterangan kepada awak media.
Terkait hasil keputusan dalam rapat tersebut, Didit menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan baru yang bersifat final. Mengenai target dimulainya pembangunan fisik, ia menyebutkan bahwa waktu pastinya belum ditentukan, namun pemerintah berupaya agar proses tersebut bisa dipercepat.
"Oh, target pembangunan ya, dalam waktu yang belum ditentukan tapi paling tidak bisa dipercepat," ucapnya menambahkan.

Selain masalah teknis, pemerintah juga masih melakukan penghitungan mendalam mengenai kebutuhan investasi dan pemanfaatan sumber daya yang ada. Menurut Didit, penghitungan ini memakan waktu karena berkaitan erat dengan ketersediaan sumber daya di dalam negeri yang ingin dioptimalkan sepenuhnya.
Didit menekankan bahwa salah satu fokus utama dalam pembangunan ini adalah aspek keberlanjutan lingkungan. Pemerintah berencana mengintegrasikan pengelolaan limbah atau waste absorption ke dalam sistem tanggul tersebut agar memberikan dampak positif bagi ekosistem sekitar dengan memanfaatkan material yang tersedia di Indonesia.
"Rencana... dari hasil hitung masih dihitung, ya, waktunya. Karena kan berkaitan sama resources yang ada. Di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan, jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste. Demikian," tuturnya.
Lebih lanjut, Didit mengonfirmasi bahwa pengerjaan proyek ini akan difokuskan terlebih dahulu di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa sebelum menyasar wilayah lainnya. Skema pembangunan pun akan dilakukan secara bertahap guna memastikan efektivitas fungsi tanggul dalam melindungi kawasan pesisir melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang maksimal.
Editor: Redaksi TVRINews
