
Foto: Ilustrasi
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Pemerintah menargetkan seluruh komoditas strategis tetap stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui koordinasi lintas lembaga.
Perum Bulog resmi memperketat pengawasan harga pangan strategis di pasar domestik guna mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Fokus pengawasan akan diprioritaskan pada tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama periode puncak konsumsi tersebut.
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami di Bulog menyiapkan langkah semaksimal mungkin agar harga pangan,terutama beras, minyak, dan gula tidak melampaui batas HET yang telah ditetapkan," ujar Rizal dikutip Minggu 25 Januari 2026
Sinergi dan Penegakan Hukum
Untuk menjaga stabilitas di lapangan, Bulog memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.
Langkah ini diambil untuk memitigasi gangguan distribusi dan praktik spekulasi yang kerap muncul saat permintaan meningkat.
Keberhasilan menjaga stabilitas harga pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi barometer bagi Bulog dalam menghadapi Ramadan tahun ini.
Rizal optimistis bahwa dengan koordinasi yang solid, lonjakan harga yang signifikan dapat dihindari.
"Harapan kami adalah stabilitas yang terjaga saat Nataru dapat berlanjut hingga Idulfitri mendatang, sehingga situasi pasar tetap terkendali dan kondusif bagi konsumen," tambahnya.
Peringatan Bagi Pelaku Usaha
Senada dengan hal tersebut, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengeluarkan peringatan tegas kepada para pelaku usaha.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan harga di tingkat konsumen.
Berdasarkan data kementerian, stok beras nasional saat ini berada di level aman sebesar 3,3 juta ton, didukung oleh stok minyak goreng di gudang Bulog yang mencapai 700.000 ton.
Dengan fundamental pasokan yang kuat, pemerintah menilai tidak ada alasan bagi harga untuk bergerak di atas ketentuan.
"Tidak boleh ada pengusaha di seluruh Indonesia yang menjual di atas harga eceran tertinggi.
Jika ditemukan pelanggaran, Satgas Pangan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkas Amran dalam keterangan tertulisnya.
Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan ekonomi global, memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani gejolak harga kebutuhan pokok.
Editor: Redaktur TVRINews
