
Foto: Kemensos
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Pekalongan
Banjir yang melanda Kota Pekalongan sejak Jumat malam (16/1) telah memaksa ribuan warga mengungsi. Untuk menanggulangi dampak bencana, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik ke korban terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, tim lapangan terus bergerak untuk melakukan evakuasi dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
"Petugas kami di lapangan saat ini terus melakukan asesmen, mengevakuasi korban terdampak, sekaligus mendistribusikan logistik. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar mereka," kata Gus Ipul, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan informasi awal, hujan deras sejak pukul 19.30 WIB hingga 03.00 WIB menyebabkan beberapa wilayah terendam. Kecamatan Pekalongan Barat menjadi paling parah, terutama di Kelurahan Tirto dan Pasir Kraton Keramat, dengan ketinggian air mencapai 30-80 sentimeter akibat luapan Sungai Bremi dan pompa air yang tidak berfungsi.
Wilayah lainnya seperti Kecamatan Pekalongan Timur dan Selatan juga terdampak dengan ketinggian air 20-50 sentimeter. Hingga kini, tercatat 8.692 Kepala Keluarga terdampak, dan 987 jiwa mengungsi di 11 titik pengungsian, mayoritas berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
Kemensos bersama BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan telah mendirikan dapur umum di halaman Kantor Dinas Sosial Kota Pekalongan untuk memastikan kebutuhan logistik terpenuhi. Selain itu, distribusi bantuan logistik melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah telah dilakukan, meliputi:
- Makanan siap saji: 1.000 paket
- Lauk pauk siap saji: 800 paket
- Kasur: 200 lembar
- Tenda gulung: 100 lembar
- Family kit: 100 paket
- Kids wear: 100 paket
Gus Ipul menegaskan, koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan agar proses penanganan banjir lebih cepat.
"Kami terus memantau kondisi lapangan dan memastikan evakuasi serta distribusi bantuan berjalan lancar. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami," ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews
