
Foto: Ketua Umum PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Dalam rangka Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB), Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar seminar media bertema penyakit Kawasaki pada anak. Hal ini menyoroti penyakit dari sudut pandang berbeda: pentingnya kolaborasi edukasi publik dan aspek klinis serta risiko jantung jangka panjang.
Ketua Umum PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso menekankan bahwa Kawasaki merupakan salah satu penyebab penyakit jantung didapat pada anak yang masih belum banyak dipahami masyarakat.
“Kawasaki adalah penyakit inflamasi yang menyerang pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah koroner. Ini bisa menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan cepat,” ujar Piprim dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui virtual, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, berbeda dengan penyakit jantung bawaan, Kawasaki muncul setelah anak lahir akibat proses peradangan akut. Komplikasi yang paling ditakuti adalah pelebaran pembuluh darah koroner (dilatasi atau aneurisma), yang berisiko menyebabkan gangguan aliran darah hingga serangan jantung di usia dini.
Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi kunci agar pesan kesehatan dapat dipahami masyarakat luas, terutama orang tua balita.
“Bila anak demam lebih dari lima hari, disertai mata merah, bibir merah, dan ruam, jangan dianggap infeksi biasa. Orang tua harus segera berkonsultasi ke dokter,” tegasnya.
IDAI berharap edukasi yang masif dapat mencegah keterlambatan diagnosis, yang selama ini masih sering terjadi di layanan kesehatan tingkat pertama.
Editor: Redaktur TVRINews
