Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Lumajang
Pasca status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru dicabut, aktivitas para pekerja tambang pasir di sepanjang daerah aliran sungai lahar dingin Gunung Semeru kembali beroperasi. Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat harga jual pasir mengalami kenaikan, namun pendapatan daerah dari sektor pajak pertambangan mengalami penurunan.
Salah satu lokasi tambang pasir Semeru yang mulai beroperasi adalah daerah aliran Sungai Mujur, di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.
Area tambang pasir seluas lima hektar ini tampak ramai dengan aktivitas penambangan. Tidak hanya menggunakan alat-alat berat modern, tetapi juga alat-alat manual atau tradisional.
Dimulainya aktivitas penambangan ini dipicu dari meningkatnya permintaan pasar terhadap pasir Lumajang. Sebelumnya, aktivitas tambang pasir ini terhenti pasca ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru selama 14 hari sejak 7 Juli 2023.
Bedanya, aktivitas tambang pasir saat ini justru lebih banyak dilakukan di daerah hilir, seperti Kecamatan Pasrujambe, Tempeh, dan Pasirian. Sedangkan di daerah hulu, seperti Pronojiwo, dan Candipuro menipis akibat semua material vulkanik yang tersapu banjir.
Baca juga: Jelang Tahun Politik 2024, Generasi Muda Siap Cari Pemimpin Cerdas
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat ada kenaikan harga pasir Lumajang pasca bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. Harga pasir yang sebelumnya hanya Rp 350.000 per rit, kini menjadi Rp 450.000 per rit.
“Yang di Pronojiwo karena Jembatan Lumajang itu putus, untuk mengarah ke Malang pertambagan pasir tidak bisa beroperasi. Beberapa pertambangan pasir ke Malang sebagian melalui Probolinggo dan mengarah ke Malang. Harganya pasti lebih naik karena ongkos operasionalnya tidak sebagaimana waktu normal yang masih jembatan Lumajang-Malang bisa dilewati.”, ungkap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.
Sayangnya, naiknya harga pasir Lumajang ini tidak diimbangi dengan pendapatan asli daerah Kabupaten Lumajang yang justru mengalami penurunan akibat bencana yang terjadi dua pekan kemarin.
Terkait dengan masalah tersebut, pemerintah Kabupaten Lumajang akan segera merampungkan infrastruktur yang hancur akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru yang bertujuan agar aktivitas tambang pasir kembali normal, dan pendapatan asli daerah kembali meningkat.
Editor: Redaktur TVRINews
