Komisi VII DPR Dorong Green Jobs Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan
Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Banyu Biru Djarot, menegaskan bahwa penyiapan dan peningkatan green jobs harus menjadi pilar utama pembangunan pariwisata nasional ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026.
Hal ini Ia sampaikan merespons arah global pariwisata berkelanjutan dan agenda nasional transisi menuju ekonomi hijau.
Menurut Banyu Biru, pariwisata berkelanjutan tidak akan berjalan tanpa sumber daya manusia yang memiliki green skills, kesadaran lingkungan, serta etika profesi hijau. Ia menyoroti tren peningkatan green jobs di Indonesia yang tidak hanya menawarkan kualitas pekerjaan lebih baik, tetapi juga tingkat upah yang relatif lebih tinggi dibanding sektor konvensional.
Data menunjukkan jumlah pekerja hijau meningkat dari 3,45 juta orang pada 2022 menjadi 3,66 juta orang pada 2023, dan diproyeksikan mencapai 4,8–5,3 juta orang pada 2029.
Meski akan angka akan terus naik, Banyu Biru mengingatkan bahwa peningkatan green jobs harus dirancang secara terencana, terstandar, dan merata di seluruh destinasi wisata. Ia turut mendorong Kementerian Pariwisata menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penguatan standar kompetensi green jobs pariwisata, termasuk pengembangan peran strategis seperti Green Tourism Specialist, Eco Tourism Planner, dan Sustainable Tour Guide.
Lebih lanjut, Banyu menekankan bahwa transformasi SDM pariwisata kini menuntut kombinasi keterampilan digital, kesadaran keberlanjutan, serta kemampuan adaptasi teknologi. Perubahan ini juga harus diiringi integrasi mitigasi bencana, mengingat banyak destinasi wisata Indonesia berada di wilayah rawan bencana.
Dari sisi kebijakan, Komisi VII DPR RI akan mengawal penguatan pelatihan,
sertifikasi, dan insentif industri hijau, serta harmonisasi regulasi lintas sektor.
“Transformasi SDM pariwisata harus inklusif, berkeadilan, dan tidak elitis, agar pariwisata hijau benar-benar menjadi motor penciptaan lapangan kerja berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Banyu Biru.
Editor: Redaksi TVRINews
