
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen pada 2026
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya terhadap prospek ekonomi nasional. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menyentuh angka 6 persen pada tahun 2026 mendatang.
Purbaya menilai sinyal positif perbaikan ekonomi sebenarnya sudah mulai tampak sejak triwulan IV tahun lalu. Pada periode tersebut, ekonomi berhasil tumbuh sebesar 5,39 persen, yang sekaligus menjadi titik balik dari tren perlambatan ekonomi sebelumnya.
Dalam keterangannya, Menkeu memaparkan bahwa strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah dengan menggerakkan dua mesin pertumbuhan secara simultan, yakni sektor swasta dan stimulus pemerintah. Pemerintah berkomitmen memastikan keduanya berjalan selaras melalui peningkatan likuiditas, perbaikan iklim investasi, hingga optimalisasi belanja negara.
“Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. Moneter, private sector udah mulai jalan. Itu udah 6% lebih di atas kertas ya. Kalau behavior sistemnya nggak berubah, seperti itu kira-kira. Kemudian saya perbaiki iklim investasi”, ujar Purbaya dikutip, Minggu, 22 Februari 2026.
Langkah konkret untuk memacu investasi telah dilakukan dengan pembentukan Satgas Debottlenecking. Satgas ini bertugas mengurai berbagai hambatan usaha yang dialami pelaku ekonomi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 44 kasus hambatan investasi telah berhasil dituntaskan.
“Saya yakin dalam setahun udah hilang sebagian besar masalah yang mengganggu para pengusaha di Indonesia,” ungkap Bendahara Negara tersebut.
Selain fokus pada investasi, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap masuknya barang-barang ilegal ke pasar domestik demi melindungi industri dalam negeri. Menkeu pun memastikan pemberian stimulus fiskal tetap berlanjut guna menjaga daya beli masyarakat, termasuk alokasi dana sebesar Rp55 triliun untuk dukungan Lebaran dan pembayaran Gaji ke-13.
Purbaya meyakini saat ini Indonesia tengah berada dalam fase ekspansi ekonomi yang diprediksi akan terus berlangsung hingga periode 2030-2033.
“Jadi masyarakat nggak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
