Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, IKN
Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tuan rumah perhelatan Eco Fashion Nusantara yang merupakan bagian dari rangkaian Kongres Diaspora Indonesia ke-8 yang diselenggarakan oleh IDN Global sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan IKN yang ramah lingkungan.
Fashion show ini menampilkan tujuh koleksi karya desainer diaspora Indonesia yang mengusung konsep slow fashion, dengan penggunaan bahan alami, teknik tradisional, serta pewarnaan ramah lingkungan. Koleksi tersebut antara lain berasal dari Maharani Persada by Essy Masita, Gee Batik by Sugeng Waskito, Ms Bella Collection by Grace Isybella, Kebaya House by MS Hadi Collection, Carousel Brides by Jennifer Flory, Javabor by Tyas Dani x Griya Godong, dan Abel Couture by Abel Collections.
Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen diaspora terhadap masa depan IKN.
“Para diaspora ingin menunjukkan dukungan terhadap pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan. Tidak hanya soal kendaraan rendah emisi, tetapi juga tentang pilihan gaya hidup, termasuk fesyen yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sejumlah model dari berbagai negara seperti Australia, Kolombia, Chile, Amerika Serikat, Sudan, Kenya, Belanda, hingga Rusia turut ambil bagian dalam peragaan busana ini. Keikutsertaan mereka mencerminkan keterbukaan IKN terhadap kerja sama global.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi inisiatif diaspora Indonesia dalam memanfaatkan momentum kongres untuk mendukung IKN.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada diaspora Indonesia dan IDN Global yang telah memilih IKN sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Basuki.
Eco Fashion Nusantara tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga simbol upaya membangun ekosistem keberlanjutan di IKN. Melalui pendekatan budaya dan partisipasi lintas negara, kegiatan ini memperkuat pesan bahwa pembangunan IKN mencakup dimensi sosial, budaya, dan lingkungan.
Editor: Redaksi TVRINews
