
Foto: Ilustrasi TVRINews.com by: FY
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Distribusi logistik dipercepat melalui jalur tol laut untuk mencegah kelangkaan stok akibat gangguan cuaca di wilayah timur.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menginstruksikan percepatan distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) ke seluruh penjuru negeri sebagai langkah preventif menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketahanan stok dan stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S Shofwan, menekankan bahwa anomali cuaca yang diprediksi terjadi pada Februari hingga Maret 2026 menjadi tantangan utama bagi kelancaran logistik nasional.
Pemerintah telah menginstruksikan distributor utama, termasuk Bulog dan ID Food, untuk merampungkan penyaluran stok sebelum memasuki masa puncak konsumsi.
"Mengenai distribusi, faktor cuaca pada Februari dan Maret 2026 memerlukan atensi khusus. Kami telah menyepakati agar seluruh distributor segera mengalirkan stok ke daerah-daerah sebelum masa HBKN tiba," ujar Iqbal dalam keterangan resminya, Jumat 30 Januari 2026.
Fokus pada Wilayah Rawan
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Papua menjadi zona yang paling diwaspadai terhadap gangguan cuaca dalam beberapa pekan ke depan.
Untuk mengamankan pasokan di kawasan Indonesia Timur, pemerintah mengandalkan optimalisasi tol laut serta koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan terkait ketersediaan kontainer logistik.
Selain aspek distribusi fisik, otoritas perdagangan juga menyoroti efektivitas regulasi pasar. Implementasi Permendag Nomor 43 Tahun 2025 mengenai wajib pasok domestik (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 35 persen mulai menunjukkan hasil pada komoditas minyak goreng pemerintah, Minyakita.
"Saat ini, rata-rata nasional harga Minyakita berada di level Rp16.500 per liter, menunjukkan tren penurunan dibanding pekan lalu. Kami memproyeksikan Harga Eceran Tertinggi (HET) akan tercapai sepenuhnya saat skema DMO berjalan optimal akhir bulan ini," tambah Iqbal.
Surplus Pasokan dan Sinergi Daerah
Terkait komoditas protein, pemerintah memastikan bahwa stok telur ayam nasional saat ini berada dalam kondisi surplus.
Kemendag mengimbau pemerintah daerah untuk proaktif menjalin komunikasi dengan Asosiasi Peternak Ayam Petelur Indonesia (Pinsar) jika ditemukan adanya hambatan ketersediaan di tingkat lokal.
Sebagai langkah penutup, Kementerian Perdagangan mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama antarwilayah dan memperketat pengawasan harga di pasar-pasar tradisional.
Sinergi lintas sektoral antara BUMN pangan, asosiasi, dan pelaku usaha dianggap menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas komunikasi publik serta mencegah kepanikan pasar menjelang Lebaran 1447 H.
Editor: Redaksi TVRINews
