Rp150 Triliun Devisa Hilang ke Luar Negeri, KEK Sanur Hadirkan Solusi Pelayanan Medis Berkelas Dunia

Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital, sebuah fasilitas kesehatan terpadu yang dibangun untuk meningkatkan kualitas layanan medis berstandar internasional di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia dalam berobat ke luar negeri serta menyelamatkan devisa negara yang selama ini mengalir keluar.
Dalam sambutannya pada Rabu (25/6/2025), Presiden Prabowo menekankan bahwa KEK Sanur dan rumah sakit internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian di sektor kesehatan sekaligus menjadi daya tarik investasi kesehatan di kawasan Asia Tenggara.
“Banyak warga negara Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri, sehingga negara kehilangan triliunan rupiah devisa setiap tahunnya. Dengan hadirnya fasilitas ini, kita dapat menyediakan pelayanan yang setara bahkan lebih baik tanpa harus pergi ke luar negeri,” ujar Presiden.
Menteri BUMN, Erick Thohir, menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sekitar 2 juta masyarakat Indonesia memilih pengobatan di luar negeri, yang menyebabkan keluarnya devisa sekitar Rp 150 triliun per tahun. KEK Sanur dan Bali International Hospital diharapkan menjadi solusi konkret untuk menahan arus keluar devisa tersebut dan memajukan sektor kesehatan dalam negeri.
Pendirian KEK yang fokus pada pelayanan medis ini juga diharapkan dapat menarik pasien internasional, menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan kelas dunia di kawasan Asia Pasifik, sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan adanya KEK Sanur dan Bali International Hospital, Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warganya, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri dan berdaya saing di bidang kesehatan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Reformasi Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran
Editor: Redaktur TVRINews
