
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan Museum Kartini di Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 15 November 2025. (Dok. Kembud)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum Kartini di Pendopo Kabupaten Jepara.
Bangunan yang sebelumnya menjadi rumah dinas Bupati Jepara itu kini dialihfungsikan menjadi museum yang menampilkan sejarah dan dokumentasi perjalanan hidup Raden Ajeng Kartini.
Fadli Zon menyebut pengalihan fungsi pendopo menjadi museum sebagai langkah konkret pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional.
“Yang tadinya ini rumah, kini menjadi Museum Kartini. Ini adalah komitmen memajukan kebudayaan nasional,” ujarnya, dikutip Minggu, 16 November 2025.
*Soroti Penguatan Teknologi Museum*
Selain itu, Fadli juga meninjau ruang pamer yang menampilkan arsip, foto keluarga, hingga benda bersejarah yang berkaitan dengan Kartini. Ia menilai alur cerita dan tata pamer telah tertata dengan baik, namun perlu dukungan teknologi digital agar lebih interaktif.
“Storyline dan tata pamernya sudah baik. Tinggal kita lengkapi sentuhan digital agar lebih hidup,” katanya.
Menurutnya, penggunaan elemen imersif dan dokumenter akan membantu pelajar maupun wisatawan memahami nilai-nilai perjuangan Kartini secara lebih mendalam.
*Museum Jadi Ruang Edukasi dan Aktivitas Budaya*
Menbud menegaskan bahwa museum harus menjadi pusat edukasi sekaligus ruang aktivitas budaya. Ia mengaku merasakan “soul” Kartini pada sejumlah ruangan otentik, seperti tempat mengajar, ruang tidur, dan lokasi kontemplasi sang tokoh emansipasi.
“Tempat mengajar, ruang tidur, lokasi kontemplasi Kartini, semua ada di sini,” ucapnya.
Fadli juga menekankan relevansi nilai perjuangan Kartini bagi generasi muda. “Kartini, walau hidup hanya 25 tahun, tetap menginspirasi perempuan untuk mendapatkan hak dan pendidikan,” ujarnya.
*Dukungan Pengembangan Museum*
Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, berkomitmen mendukung pengembangan Museum Kartini melalui penguatan teknologi digital, program edukasi, hingga kegiatan budaya.
Lebih lanjut, Menbud berharap museum ini menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus ruang belajar dan pusat ekonomi kreatif lokal.
“Museum ini kami harapkan jadi destinasi wisata, ruang belajar anak-anak, sekaligus mesin ekonomi budaya melalui kreativitas lokal,” katanya.
Editor: Redaktur TVRINews
