Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Kabupaten Tangerang
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen melakukan transformasi besar pada tata kelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta.
Upaya ini diambil untuk mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, relevan dengan kebutuhan industri, serta berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SMK Swasta di Kabupaten Tangerang.
Dalam arahannya, Menteri Mu'ti menyoroti pentingnya penguatan karakter siswa untuk menepis persepsi negatif publik terhadap lulusan SMK. Salah satu strategi yang didorong adalah implementasi kebijakan masa studi empat tahun.
"Penambahan masa studi ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan lulusan sekaligus memberikan keterampilan spesifik. Kami ingin lulusan SMK tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas yang siap menghadapi dinamika dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Mu'ti dalam keterangannya, dikutip Selasa, 7 April 2026.
Mendukung Visi Swasembada Presiden Prabowo
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian bangsa, Mu'ti meminta SMK mengembangkan program keahlian yang selaras dengan potensi daerah masing-masing.
Ia mencontohkan, SMK di wilayah pesisir harus unggul di sektor kelautan, sementara SMK di daerah agraris harus fokus pada pengolahan sumber daya alam.
"Kita tidak mungkin mencapai swasembada pangan jika sektor pertanian dan kelautan tidak dikelola dengan baik. Pendidikan SMK harus diarahkan berbasis potensi lokal agar lulusan mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi daerahnya dan membangun kemandirian bangsa," tegasnya.
Pentingnya Peran SMK Swasta
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, memaparkan data bahwa SMK swasta memegang peranan krusial dalam sistem pendidikan nasional. Dari total 45 ribu SMK di Indonesia, sebanyak 73 persen atau sekitar 3,5 juta siswa menempuh pendidikan di sekolah swasta.
"Kualitas pengelolaan SMK swasta sangat menentukan masa depan pendidikan vokasi kita. Oleh karena itu, penguatan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama untuk menghilangkan kesenjangan kapasitas antar sekolah," jelas Tatang.
Rencana Strategis Tiga Tahun
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sekitar 200 pimpinan yayasan SMK swasta dari berbagai latar belakang. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun panduan teknis serta rencana transformasi tiga tahun yang konkret.
Selain fokus pada kurikulum dan tata kelola, kegiatan ini juga membahas dukungan pendanaan, sarana prasarana, serta program digitalisasi pendidikan.
Melalui sinergi ini, Kemendikdasmen berharap lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja baru menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Redaktur TVRINews
