Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal proyek strategis nasional, termasuk pengembangan keberlanjutan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Progres dan Capaian Isu Strategis Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tahun 2025 di kantor Kemenko, Rabu 13 Agustus 2025.
“Bapak Presiden memberi tugas khusus kepada kami di Kemenko Infrastruktur untuk mengawal pengembangan keberlanjutan kereta cepat. Jadi bukan hanya Jakarta-Bandung, tapi diharapkan sampai ke Surabaya. Ini akan menjadi game changer mobilitas manusia, barang, dan jasa yang jauh lebih cepat terhubung dalam satu sistem dan ekosistem high speed rail,” ungkap AHY.
Menurutnya, proyek ini juga akan membuka hub-hub baru yang dapat mempercepat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membahas konektivitas, Menko AHY juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kecelakaan transportasi yang belakangan terjadi. Ia menegaskan bahwa investigasi harus mengarah pada perbaikan sistemik, baik dari aspek teknis, kelalaian, maupun human error.
“Kita tidak berharap ini berulang, tapi kita juga harus tegas untuk mengetahui mana yang perlu diperbaiki. Apakah karena permasalahan teknis, kelalaian, atau human error. Kalau itu masalah maskapai atau armada, maka kita perlu perkuat, apakah dari jumlah atau usia armadanya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyinggung percepatan pembangunan Pulau Enggano yang sempat terisolasi akibat pendangkalan laut dan kerusakan dermaga. Pemerintah, katanya, tengah mengambil langkah konkret untuk memastikan keterhubungan pulau-pulau terluar tetap terjaga.
Tak hanya itu, Menko AHY turut menekankan pentingnya pengaktifan kembali bandara internasional di sejumlah daerah sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata nasional. Namun ia mengingatkan pentingnya evaluasi dampak dan efektivitas pengoperasian bandara tersebut.
“Bandara internasional ini perlu kita hidupkan. Tapi kita juga harus uji, apakah benar setelah dibuka signifikan mendorong arus pariwisata, atau ada faktor lain yang perlu kita perkuat selain infrastruktur bandara itu sendiri,” kata AHY.
Rakor hari ini menjadi bagian dari upaya koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam rangka memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
