
foto: Ilustrasi Hujan. (dok. Istockphoto)
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi prakiraan cuaca selama periode awal mudik Lebaran. Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif. Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah daerah.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat agar tetap tenang tetapi tetap waspada terhadap perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia menekankan pentingnya memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam mengikuti pembaruan prakiraan cuaca menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.
“Pantau terus informasi cuaca darat, laut, dan udara yang diperbarui melalui berbagai kanal resmi BMKG agar rencana perjalanan mudik dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca,”kata Faisal dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut, yang juga dipengaruhi oleh gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, berkontribusi pada meningkatnya pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Selain itu, tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi serta kondisi atmosfer yang relatif labil turut mendukung terbentuknya awan hujan.
BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada 14–17 Maret 2026 di sejumlah wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Pada sektor penerbangan, BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan Awan Cumulonimbus dengan cakupan yang cukup luas di beberapa jalur penerbangan, khususnya di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Kemunculan awan tersebut diperkirakan memiliki peluang lebih dari 75 persen sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.
Selain itu, BMKG memprediksi potensi gelombang laut setinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan perairan utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut.
Masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Kalimantan pada periode 14–19 Maret 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan darurat sebelum melakukan perjalanan, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi bencana hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta hanya mengacu pada informasi resmi pemerintah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks terkait kondisi cuaca.
Editor: Redaksi TVRINews
