
Mentan, Amran Sulaiman di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Foto: Tangkapan layar youtube TV Parlemen)
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Amran Sulaiman mengusulkan tambahan anggaran hingga 2027 guna merehabilitasi lahan sawah dan infrastruktur irigasi pascapaparan bencana.
Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah strategis untuk memulihkan sektor agraria di Pulau Sumatra yang terdampak bencana alam.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, secara resmi mengajukan usulan tambahan anggaran senilai total Rp4,7 triliun guna memastikan ketahanan pangan di wilayah tersebut tetap terjaga hingga tahun 2027.
Dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026, Amran menegaskan bahwa permohonan dana tersebut telah diteruskan kepada Kementerian Keuangan serta Kementerian PPN/Bappenas.
Alokasi dan Pergeseran Anggaran
Struktur pendanaan yang diajukan mencakup kombinasi antara reorientasi dana internal dan permintaan pagu tambahan.
Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan dana reguler sebesar Rp1,49 triliun untuk penanganan darurat.
Namun, untuk penuntasan pemulihan secara menyeluruh, diperlukan sokongan dana tambahan yang dibagi dalam dua tahun anggaran mendatang.
"Kami masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp2,1 triliun pada tahun 2026, dan disusul Rp1,1 triliun untuk tahun 2027.
Jika diakumulasikan dengan dana reguler yang telah kami geser, totalnya mencapai Rp4,7 triliun," ujar Amran di hadapan pimpinan DPR RI.
Potensi Lahan dan Rehabilitasi Irigasi
Meskipun wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terdampak cukup serius, Kementerian Pertanian menemukan indikator positif pada kualitas lahan pascabencana.
Hasil analisis menunjukkan bahwa material longsoran membawa lapisan tanah humus yang memiliki tingkat kesuburan tinggi.
Kondisi ini dipandang sebagai peluang untuk mempercepat fase tanam kembali, asalkan perbaikan infrastruktur pengairan dilakukan secara paralel. Fokus utama pemerintah saat ini adalah normalisasi dan pembangunan irigasi di titik-titik krusial.
"Saat ini, proses penanaman sudah mulai berjalan di atas lahan seluas kurang lebih 39.000 hektare," tambah Amran. Data kementerian mencatat total luas lahan persawahan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 94.000 hektare.
Ketahanan Pangan dan Realisasi Bantuan
Di tengah proses rehabilitasi fisik, Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi penduduk di zona bencana.
Saat ini, stok pangan tercatat mencapai 100.000 ton, jumlah yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
Sejauh ini, dukungan finansial yang telah disalurkan menyentuh angka Rp1,52 triliun. Komposisi bantuan tersebut berasal dari:
• Badan Pangan Nasional (Reguler): Rp1 triliun.
• Bantuan Non-Reguler dan Mitra: Rp75,8 miliar.
• Sisa Anggaran Reguler Kementan: (Alokasi pemulihan tahap awal).
Langkah proaktif ini diharapkan mampu menstabilkan kembali produktivitas lumbung pangan di Sumatra, sekaligus memitigasi risiko krisis pangan jangka panjang akibat anomali cuaca dan bencana geologis.
Editor: Redaktur TVRINews
