
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar sosialisasi nasional seleksi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026. Dimana, kegiatan ini dilaksanakan secara daring.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola SMA Unggul Garuda Baru, seiring dimulainya proses seleksi yang telah dibuka sejak 2 Februari 2026. Forum ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi teknis secara langsung kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menekankan bahwa kualitas pengelola sekolah menjadi faktor kunci keberhasilan Program Sekolah Garuda.
“Kami ingin memastikan bahwa SMA Unggul Garuda dikelola oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi serta komitmen tinggi. Oleh karena itu, proses seleksi dirancang secara cermat dan bertahap,” ujar Ahmad Najib Burhani kutip Sabtu, 8 Februari 2026
Ia menyebutkan bahwa SMA Unggul Garuda diproyeksikan menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi di bidang sains dan teknologi.
Sekretaris Ditjen Saintek, M. Samsuri, menyampaikan bahwa sosialisasi nasional ini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan pemahaman antara pemerintah dan calon peserta seleksi.
“Melalui kegiatan ini, kami menjelaskan secara rinci kebijakan dan mekanisme seleksi agar peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik sejak awal,” kata Samsuri.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Direktorat Pendidikan Profesi Guru, serta Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Perwakilan BKN menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap proses seleksi mengacu pada regulasi kepegawaian nasional. Kami memastikan pelaksanaannya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait persyaratan pendaftaran, mulai dari status kepegawaian guru PPPK, lulusan PPG prajabatan, hingga peserta seleksi ASN pada tahun sebelumnya. Pertanyaan juga mencakup linearitas bidang studi, sertifikat pendidik, serta ketentuan kemampuan bahasa Inggris.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Direktorat Pendidikan Profesi Guru menjelaskan bahwa persyaratan yang ditetapkan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di SMA Unggul Garuda.
“Kemampuan bahasa Inggris dan kesesuaian bidang studi menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran. Mekanisme pemenuhannya akan dijelaskan secara bertahap,” jelasnya.
Isu penempatan tugas dan mobilitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian peserta, terutama terkait kemungkinan penugasan di luar daerah domisili.
Untuk tahap awal, penempatan SMA Unggul Garuda Baru direncanakan di empat wilayah, yaitu Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan.
Ditjen Saintek berharap melalui sosialisasi nasional ini, proses seleksi SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026 dapat menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan menengah unggulan di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
