
Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih (Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Presiden instruksikan birokrasi bergerak cepat layaknya tim sepak bola dalam menghadapi tantangan geopolitik global.
Presiden Prabowo Subianto memanggil seluruh jajaran menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I ke Istana Kepresidenan Jakarta Rabu 8 April 2026.
Pertemuan lintas sektoral tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk menyatukan frekuensi kerja serta menyelaraskan visi besar pemerintah dalam menghadapi dinamika nasional dan internasional.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan upaya Presiden untuk memastikan energi seluruh elemen pemerintahan terpusat pada satu tujuan yang sama.
"Beliau ingin menyatukan visi, pandangan, dan energi kita untuk menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang," ujar Prasetyo di hadapan awak media.
Analogi Tim dan Kecepatan Birokrasi

Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya peran birokrasi sebagai motor penggerak kebijakan.
Menggunakan metafora olahraga, Presiden Prabowo mengibaratkan susunan kabinet dan birokrasi layaknya sebuah tim sepak bola yang harus bekerja dalam harmoni untuk mengeksekusi strategi pembangunan secara presisi.
Pada kesempatan tersebut Presiden menaruh perhatian besar pada kecepatan eksekusi program agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Harapannya, Presiden akan memberikan arahan sekaligus menyuntikkan semangat agar kita bekerja lebih keras dengan orientasi utama pada kepentingan bangsa," tuturnya mensesneg.
Respons Terhadap Ketidakpastian Global
Selain penguatan internal, pertemuan ini juga menyoroti posisi Indonesia di tengah gejolak geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Presiden pada arahannya menyampaikan pandangan strategis mengenai bagaimana dinamika global memengaruhi kedaulatan ekonomi dan stabilitas domestik.
Pemerintah memandang ketidakpastian global bukan sebagai hambatan, melainkan pendorong untuk memperkuat perencanaan nasional.
"Situasi global yang dinamis harus menjadi pelecut bagi seluruh unsur pemerintah. Kita harus merencanakan langkah konkret agar bangsa ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang," tegas Prasetyo.
Editor: Redaktur TVRINews
