
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Medan
Upaya berbagai unsur untuk membuka jalur yang menghubungkan Medan dengan Aceh Tamiang mulai menunjukkan hasil.
Menurut keterangan yang diterima dari tim BNPB di rute Sumatra Utara menuju Kuala Simpang pada Selasa, 2 Desember 2025, alat berat Dinas PU terus bekerja menyingkirkan tanah, lumpur, dan puing yang sebelumnya menutup akses.
Beberapa mobil sudah bisa melintas dengan kecepatan terbatas. Targetnya, Rabu, 3 Desember 2025 besok, jalur itu dapat dilewati sepenuhnya. Pekerjaan yang tersisa hanya pembersihan material yang masih menggunung di tepi jalan.
BNPB juga telah mengirim tim pendampingan di seluruh wilayah terdampak. Pendampingan mencakup distribusi logistik lewat jalur laut dan udara, pemutakhiran data, penguatan sistem komando, serta kebutuhan lain selama fase darurat.
Untuk jalur laut, bantuan dikirim dari Banda Aceh menuju Langsa dan memerlukan waktu sekitar dua hari. Logistik untuk Kota Langsa sudah tiba di kantor Dinas Sosial setempat, sementara bantuan untuk Aceh Tamiang sedang dalam perjalanan dan mulai didistribusikan hari ini.
Pada saat yang sama, jalur udara juga dimaksimalkan. BNPB mengerahkan helikopter untuk melakukan penyaluran dengan metode air drop di sejumlah titik seperti lapangan dekat Babo dan Perupuk di Kecamatan Bandar Pusaka.
Bantuan yang dikirim pada tahap ini antara lain 100 makanan siap saji, 100 hygiene kit, 50 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, dan 25 alat kebersihan.
Dengan akses Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhokseumawe yang mulai terbuka, proses distribusi logistik, pemulihan jaringan listrik dan komunikasi, serta pembersihan material diharapkan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Hal ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat serta tim yang bekerja di lapangan selama masa darurat hingga tahap pemulihan.
Editor: Redaktur TVRINews
