
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Mahir Digital menghadirkan program Kuliah Ramadan Mahir Digital (KURMA 2.0) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi dan memanfaatkan peluang ekonomi di era teknologi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menilai momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat sekaligus berbagi kebaikan dengan edukasi atau literasi digital yang memberi kenyamanan bersama.

“Indonesia memiliki market paling besar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Lewat platform Mahir Digital, kita bisa menjangkau pasar global yang lebih luas. Oleh karena itu, penting mengenal platform yang tepat untuk belajar tentang aset digital dan memahami karakter pasar yang dituju. KURMA 2.0 menunjukkan kolaborasi serta adaptasi dengan memanfaatkan teknologi bisa meningkatkan kapasitas diri di tengah Ramadan ini,” kata Irene, dikutip dari siaran persnya, Senin, 9 Maret 2026.
Acara KURMA 2.0 menjadi ajang silaturahmi dan diskusi inspiratif yang menjaring hampir 250 profesional serta perwakilan komunitas dari industri kreatif yang berfokus pada digital marketing. Beberapa di antaranya sudah menjadi member dari Platform Mahir Digital yang telah memberikan bimbingan rutin: kelas offline, online, dan konsultasi harian hingga kurikulum terstruktur dengan 14 bab serta lebih dari 70 konten video pembelajaran yang mencakup topik mindset, riset produk, traffic, persiapan iklan digital, hingga masih banyak materi digital bisnis lain.
Selain itu, Irene menyebut Platform Mahir Digital sejalan dengan Program Gen Matic yang diinisiasi Kementerian Ekraf sebagai program unggulan yang bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital sebagai affiliator dan kreator konten profesional melalui pelatihan berbasis industri kreatif.
“KURMA 2.0 berfokus pada penguatan literasi digital, pengembangan kewirausahaan digital, serta pemberdayaan komunitas melalui pemanfaatan teknologi. Ketiga aspek tersebut sangat relevan dengan upaya kenyamanan bersama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga membuka kesempatan terbuka yang luas di era digital,” imbuh Irene.
Irene juga meyakini bagi generasi muda yang paham teknologi, maka bisa menghasilkan cuan dari rumah asalkan produktif. Sebab era digital bukan tentang seberapa lama individu berkecimpung dalam bisnis, tapi seberapa yakin mereka yang mau belajar dan beradaptasi dengan teknologi.
“Ketika seseorang mampu menciptakan digital asset, karya tersebut bisa dibeli berkali-kali oleh banyak orang dan berpotensi menghasilkan passive income," ucapnya.
Kegiatan Kuliah Ramadan Mahir Digital diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga melahirkan komunitas yang terus berkembang dan saling mendukung dalam membangun usaha era digital. Para peserta didorong untuk berani memulai, bereksperimen, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk merefleksikan tujuan hidup dan karya yang berdampak bagi masyarakat.
Acara KURMA 2.0 lebih semarak dengan rangkaian kegiatan berfaedah seperti sharing session yang membahas business mentality, the power of winning organic marketing, unlock powerful belief before sales, dan banyak agenda menarik yang menyediakan wawasan strategis untuk inovasi dan kolaborasi.
Editor: Redaksi TVRINews
