
Foto:Presiden Iran Ebrahim Raisi menyampaikan pidato pada upacara parade Hari Tentara Nasional di Teheran, Iran, 18 April 2023. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi melakukan kunjungan ke Indonesia pada 23-24 Mei 2023 untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.
“Presiden Iran Y.M. Seyyed Ebrahim Raisi didampingi oleh Ibu Negara Jamileh Alamolhoda akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 23-24 Mei 2023 dan diterima oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Mei 2023 di Istana Kepresidenan Bogor,” tulis Kemlu dalam keterangan resminya, Senin, 22 Mei 2023.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama kedua negara yang sudah terjalin sejak 1950. Kunjungan terakhir Presiden Iran ke Indonesia dilakukan pada tahun 2015, ketika Presiden Hassan Rouhani menghadiri Peringatan 50 Tahun Konferensi Asia - Afrika.
Baca Juga : Polisi Tangkap Seorang yang Diduga Jadi Pimpinan KKB
Sementara itu, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Iran pada 14 Desember 2016. Hingga kini hubungan Iran-Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat bersahabat.
Dalam kunjungannya, Raisi diperkirakan akan bertukar pandangan dan akan menandatangani sejumlah kerja sama di beberapa bidang yakni energi, produk farmasi dan Kesehatan, produk makanan, kerja sama kepabeanan, fasilitasi perdagangan bilateral, IPTEK, dan budaya.
Selain bertemu Jokowi, nantinya Raisi juga akan bertemu dengan Ketua DPR RI dan Ketua MPR RI dan akan menyepakati beberapa perjanjian penting dan beberapa MoU terutama di bidang ekonomi dan penanganan narkotika.
Sementara itu, Kedubes Iran menyatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dianggap memiliki kesamaan budaya dan peradaban dengan Iran, memiliki kapasitas yang signifikan untuk kerja sama di berbagai bidang khususnya sistem perpolitikan internasional.
"Indonesia merupakan negara yang memiliki posisi istimewa dalam benak pemerintah Republik Islam Iran, khususnya dengan keletakan geografis Republik Indonesia yang berada di jantung jalur transportasi dan perdagangan internasional di kawasan Asia Timur dan negara-negara ASEAN," lanjut pernyataan itu.
Baca Juga : 300 Peserta KTT Media se-Asia Pasific 2023 Telah Memulai Workshop di Bali
Editor: Redaktur TVRINews
