
Foto: Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polri kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen anggota, khususnya untuk Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Lebih lanjut, ia menekankan nantinya seluruh proses seleksi berjalan dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, prinsip bersih diwujudkan melalui proses seleksi yang objektif, jujur, dan adil, sekaligus memastikan tidak ada praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Sementara itu, pihaknya akan menjaga transparansi dengan melibatkan pengawasan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.
“Akuntabel, proses dan hasil penerimaan anggota Polri dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya pada Selasa, 7 April 2026.
Selain itu, setiap tahapan seleksi juga dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta sikap yang humanis terhadap para peserta.
Johnny secara tegas menyampaikan bahwa penerimaan Taruna dan Taruni Akpol hanya melalui satu jalur resmi.
“Secara khusus, terkait dengan penerimaan Taruna dan Taruni Akpol tahun anggaran 2024, perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, proses seleksi hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler,” kata dia.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti seleksi ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 7.988 orang mendaftar secara online, dengan 5.432 peserta telah lolos tahap verifikasi dan berhak mengikuti proses seleksi lanjutan.
Di sisi lain, Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus.
“Sebagaimana yang dipesankan oleh Bapak Kapolri melalui Bapak Asisten SDM Kapolri, bahwa rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler,” tegasnya.
Ia juga menghimbau kepada calon peserta, keluarga dari calon peserta, jika ada pihak-pihak yang kemudian mengiming-imingi atau memberi janji bisa diterima melalui kuota khusus jangan ditanggapi.
“Sekali lagi, (peserta) bisa diterima melalui kuota khusus jangan ditanggapi, saya ulangi, jangan ditanggapi, abaikan saja,” tegasnya.
Jika ada yang sudah terlanjur menanggapi, lanjutnya masyarakat bisa melaporkan melalui QR code Propam Polri.
“Di sini ada perwakilan dari Divisi Propam Polri, bisa diadukan melalui QR code Propam Polri. Kemudian bisa diadukan melalui hotline proses rekrutmen, yaitu 0821-1685-877 atau silakan membuat laporan resmi ke Bareskrim atau Ditreserse di Polda jajaran,” imbuhnya.
Ia menegaskan, seleksi Akpol merupakan proses penting dalam menyiapkan calon pimpinan Polri di masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.
“Ini beberapa hal yang bisa kami sampaikan. Harapan kami seluruh masyarakat bisa mendukung proses rekrutmen terpadu secara khusus yaitu Taruna-Taruni Akpol. Ini adalah investasi SDM Polri yang akan mengawal pelaksanaan fungsi, peran, dan tugas pokok Polri melayani masyarakat,” ungkapnya.
Polri pun kembali menegaskan tidak ada kuota khusus dalam rekrutmen Akpol. Masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kecurangan atau praktik percaloan dalam proses seleksi.
Editor: Redaktur TVRINews
