
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP di SMP Negeri 11 Kota Serang, Senin (6/4/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan teknis.
“Alhamdulillah pelaksanaannya lancar. Karena keterbatasan sarana, TKA dilaksanakan secara bergelombang. Saya sudah mengecek, secara umum tidak ada gangguan teknis,” ujar Wamen Atip dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 7 April 2026.
Atip menjelaskan bahwa TKA berfungsi sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan akademik siswa, bukan sebagai penentu kelulusan. Ia menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi dasar pemerintah dalam mengevaluasi kualitas pembelajaran di masa mendatang.
“Hasil dari tes ini akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan individu siswa serta menjadi bahan rujukan pemerintah dalam melakukan perbaikan pembelajaran,” katanya.
Wamen Atip juga memberikan motivasi kepada para peserta ujian agar tetap bersemangat.
“Tetap semangat untuk melaksanakan TKA. Tunjukkan bahwa kalian adalah siswa-siswa yang cerdas. Saya yakin nilai yang bagus akan didapat,” tambahnya.
Kepala SMPN 11 Kota Serang, Sanyata Jaka Santoso, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan persiapan yang matang sebelum pelaksanaan. Mulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua, dua kali simulasi, gladi bersih, hingga try-out.
“Anak-anak juga dibekali buku panduan TKA yang materinya dikupas oleh guru Bahasa Indonesia dan Matematika kelas 9. Ada 378 siswa dan semuanya mengikuti TKA secara sukarela dengan izin orang tua masing-masing,” ujarnya.
Sanyata menyebutkan bahwa sekolah menghadapi kendala keterbatasan perangkat komputer. SMPN 11 Kota Serang hanya memiliki satu laboratorium komputer dengan 35 laptop. Untuk mengatasinya, sekolah membagi pelaksanaan TKA menjadi tiga gelombang dan empat sesi per hari yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.
Ia juga menegaskan bahwa TKA bukan penentu tunggal kelulusan siswa.
“Kelulusan tetap mengacu pada ujian sekolah serta karakter siswa. Pesan saya untuk anak-anak, laksanakan TKA dengan santai, jujur, dan gembira,” tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
