
Foto: Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Provinsi DKI Jakarta mencatat total penyaluran bantuan bagi penyintas bencana alam di wilayah Sumatra mencapai Rp2.724.822.460. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui tiga fase penyaluran.
Penyaluran dilakukan seiring upaya pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, baik dalam bentuk bantuan tunai maupun bantuan natura.
Penyaluran Dilakukan dalam Tiga Tahap
Berdasarkan data Baznas Bazis DKI Jakarta, bantuan tahap pertama disalurkan sebesar Rp69.233.000. Pada tahap kedua, bantuan mencapai Rp827.441.242 ditambah bantuan natura senilai Rp756.188.218. Sementara tahap ketiga disalurkan sebesar Rp1.071.960.000.
Baznas Bazis DKI memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara berkelanjutan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan donasi yang terus masuk. Penggalangan donasi masih dibuka hingga 8 Januari 2026.
Baca Juga: Seskab Teddy Bahas Percepatan Hunian Pasca-Bencana
Donasi Dihimpun dengan Prinsip Kolaborasi
Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H Abu Bakar, mengatakan penghimpunan dana dilakukan dengan mengedepankan prinsip kolaborasi lintas pihak.
“Prinsipnya tetap kolaborasi. Inovasi yang kami lakukan masih dalam konteks kolaborasi, tetapi item-itemnya yang kami kembangkan,” ujar Akhmad kepada wartawan, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menuturkan, pihaknya terus mengintensifkan pendekatan kepada para muzaki, termasuk dari kalangan dunia usaha, untuk meningkatkan kontribusi dalam penanganan bencana.
Donasi Tidak Masuk RKAT
Akhmad menjelaskan, bantuan bencana tidak dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi. Oleh sebab itu, Baznas Bazis DKI fokus menghimpun donasi langsung dari masyarakat dan pihak swasta.
Donasi yang diterima terdiri dari bantuan tunai serta bantuan natura yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan asesmen tim Baznas yang diterjunkan ke lokasi bencana.
“Bantuan natura disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta
Selain penghimpunan donasi internal, Baznas Bazis DKI juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kegiatan penggalangan dana yang digelar Pemprov DKI di kawasan Monas pada 1 Januari 2026, berhasil terkumpul dana sebesar Rp3,3 miliar.
“Dana tersebut dikelola secara terpisah sesuai dengan fungsi masing-masing lembaga,” kata Akhmad.
Terbuka untuk Bantuan Spesifik
Baznas Bazis DKI Jakarta juga membuka peluang bagi masyarakat maupun pihak swasta yang ingin memberikan bantuan secara spesifik, seperti genset atau kebutuhan darurat lainnya.
“Kami terima semua niat baik. Penempatan bantuan tentu disesuaikan dengan wilayah yang paling membutuhkan. Listrik masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama di desa-desa yang belum sepenuhnya terlayani,” tandas Akhmad.
Editor: Redaktur TVRINews
