
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melantik dan mengukuhkan 146 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Pelantikan tersebut di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta.
Sebanyak 146 pejabat yang dilantik terdiri dari 40 pejabat eselon II, 49 pejabat eselon III, 55 pejabat eselon IV, serta dua pejabat fungsional.
Penataan Strategis Organisasi
Gus Ipul menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari penataan strategis organisasi untuk memperkuat kehadiran negara dalam pelayanan sosial.
“Ada yang promosi, rotasi, dan tetap di tempat. Ini bukan formalitas birokrasi, tetapi upaya memastikan negara hadir lebih kuat, tepat, dan berdampak bagi rakyat,” ujar Gus Ipul, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.
Jabatan adalah Amanah
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Ia mengingatkan seluruh pejabat agar menjauhi segala bentuk penyimpangan, terutama korupsi.
“Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan penghambat utama kesejahteraan sosial,” tegasnya.
ASN Diminta Jadi Teladan
Gus Ipul meminta aparatur sipil negara (ASN) Kemensos menjadi teladan integritas di tengah masyarakat. Menurutnya, berintegritas berarti bekerja optimal, baik diawasi maupun tidak.
“Jangan ada korupsi, layani rakyat dengan baik. Bela mereka yang paling bawah, fasilitasi yang di tengah, dan jaga yang di atas,” kata Gus Ipul mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto.
Enam Tugas Utama Pejabat Baru
Gus Ipul menyampaikan enam tugas utama kepada pejabat yang baru dilantik. Pertama, segera menyesuaikan diri dan memastikan kesinambungan program. Kedua, melakukan transfer komando dengan pendampingan pejabat lama.
Ketiga, memahami target kinerja 2026, menyusun strategi, dan berinovasi. Keempat, membangun soliditas tim kerja melalui kolaborasi dan dialog terbuka.
“Jangan hanya bekerja bersama, tapi bangun kerja sama dan beri ruang bagi staf potensial untuk berkembang,” ujarnya.
Bangun Budaya Kerja Harmonis
Tugas kelima adalah menciptakan budaya kerja yang harmonis dan suasana kantor yang nyaman. Terakhir, Gus Ipul meminta pejabat bekerja maksimal dengan sumber daya yang ada dan berkolaborasi secara terbuka.
“Jangan banyak mengeluh, jangan pilih-pilih orang, dan jangan ada bisik-bisik,” tegasnya.
Ikrar Anti Korupsi
Lebih lanjut, Gus Ipul mengajak seluruh pejabat yang dilantik mengangkat tangan dan berikrar untuk tidak melakukan korupsi. Mereka juga berkomitmen memperkuat kerja sama antarunit kerja pada 2026, menggunakan data yang sama, serta mengintegrasikan program agar lebih berdampak bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
