
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia memperkuat agenda peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui kemitraan strategis bersama McGill University, Kanada, dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Kolaborasi trilateral ini difokuskan pada penguatan kompetensi pendidik, kepemimpinan sekolah, serta sistem pendukung pendidikan agar layanan yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

Penguatan kerja sama tersebut mendapat dukungan hibah transformatif dari UEA melalui Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation kepada McGill University. Dukungan ini digunakan untuk membentuk UAE–Indonesia Future Leaders Program, sebuah inisiatif yang memobilisasi keahlian lintas disiplin dan beasiswa guna mendorong perubahan sosial serta menjawab kebutuhan masa depan di bidang keberlanjutan, teknik, kesehatan, dan pendidikan guru.
Kemitraan ini dibangun di atas Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemendikdasmen dan McGill University yang ditandatangani di Jakarta pada 1 Desember 2025. MSP tersebut menjadi kerangka payung kerja sama yang mencakup pengembangan kepemimpinan pendidikan, pendidikan dan pengembangan profesional guru, penguatan kurikulum dan asesmen, inovasi pembelajaran, riset, pemantauan dan evaluasi, hingga pertukaran pengetahuan serta pembangunan jejaring.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan nasional.
“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menggandeng Universitas Indonesia sebagai mitra strategis utama. McGill University juga berperan menghubungkan kolaborasi baru antara Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi di UEA, yakni United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, serta Zayed University. Jejaring ini diharapkan memperkuat koneksi akademik antara komunitas pendidikan Indonesia dan Emirat sekaligus memperluas pertukaran praktik baik.
Program ini dirancang sebagai inisiatif lima tahun yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah. Salah satu komponen utamanya adalah program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill. Sasaran program mencakup widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, hingga administrator pendidikan agar memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat di tingkat kelas, sekolah, maupun tata kelola pendidikan.
Selain sektor pendidikan, program ini turut mendukung peningkatan kapasitas nasional di bidang strategis lain seperti kesehatan dan keberlanjutan. Dukungan yang diberikan meliputi fellowship, studi lanjut bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, serta program pengembangan kepemimpinan. McGill juga membuka peluang bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset dan melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah supervisi profesor McGill.
Mu’ti menekankan bahwa kemitraan ini tidak hanya memperkuat pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa MSP antara Kemendikdasmen dan McGill berfungsi sebagai dokumen payung kerja sama. Pelaksanaan teknis selanjutnya akan dituangkan dalam satu atau beberapa perjanjian turunan antarunit yang ditunjuk, yang merinci tujuan dan keluaran program, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta pengaturan keuangan dan administratif.
Editor: Redaktur TVRINews
