
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Presiden resmi meletakkan jabatan Ketua Umum PB IPSI pada Munas XVI guna fokus pada mandat kenegaraan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengakhiri masa kepemimpinannya di Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Keputusan tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu 11 April 2026. Langkah ini menandai berakhirnya era kepemimpinan yang telah berlangsung selama lebih dari dua puluh tahun.
Presiden Prabowo, yang terpilih pertama kali sebagai Ketua Umum pada tahun 2003 menggantikan Eddie Mardjoeki Nalapraya, menyatakan bahwa transisi kepemimpinan diperlukan agar dirinya dapat mencurahkan perhatian penuh pada tanggung jawab sebagai kepala negara.
Pengabdian Panjang dan Estafet Kepemimpinan
Dalam pidatonya yang emosional namun tegas, Presiden Prabowo merefleksikan perjalanan panjangnya dalam menjaga warisan budaya takbenda dunia tersebut.
Ia mencatat telah mendidikasikan lebih dari tiga dasawarsa hidupnya untuk organisasi ini, baik sebagai jajaran pengurus inti maupun pucuk pimpinan.
"Jika dikalkulasi, saya telah mengabdi di pencak silat selama lebih dari 34 tahun; empat periode sebagai Wakil Ketua Umum dan lima periode sebagai Ketua Umum," ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan delegasi. "Hari ini, saya mohon izin untuk tidak melanjutkan posisi ini karena mandat kebangsaan yang kini saya emban menuntut fokus sepenuhnya."
Meskipun melepaskan jabatan struktural, Presiden menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap pencak silat tidak akan luntur.
Beliau berkomitmen untuk terus mendorong olahraga bela diri asli Indonesia ini agar semakin diperhitungkan di kancah global, termasuk ambisi jangka panjang untuk memasukkan pencak silat ke dalam cabang olahraga Olimpiade.
Dukungan Kabinet dan Tokoh Militer
Perhelatan Munas XVI ini tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga mendapat atensi luas dari pejabat tinggi negara. Kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga keamanan menunjukkan posisi strategis pencak silat sebagai instrumen soft power diplomasi Indonesia.
Sejumlah tokoh yang hadir mendampingi Presiden antara lain:
• Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
• KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
• Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Luar Negeri Sugiono.
• Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Historis dan Transformasi IPSI
Data historis mencatat bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pencak silat mengalami transformasi signifikan. Dari sisi prestasi, Indonesia secara konsisten mendominasi perolehan medali emas di ajang SEA Games dan Asian Games.
Salah satu tonggak sejarah terbesar adalah pengakuan UNESCO terhadap Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda pada Desember 2019.
Munas XVI ini dijadwalkan akan memilih nakhoda baru yang diharapkan mampu melanjutkan stabilitas organisasi dan memperluas jaringan federasi pencak silat di benua Eropa dan Amerika.
Pengunduran diri Presiden Prabowo dipandang oleh para pengamat sebagai langkah profesional untuk menghindari rangkap jabatan yang dapat memecah konsentrasi dalam tata kelola pemerintahan yang sedang berjalan.
Editor: Redaksi TVRINews
