
Penulis: Indra Wijaya
TVRINews, Bali
AirNav Indonesia memastikan layanan navigasi penerbangan tetap berjalan aman di tengah potensi cuaca ekstrem periode 24 Februari hingga 2 Maret 2026. Pengguna jasa bandara diimbau aktif berkoordinasi dengan maskapai untuk memperoleh informasi penerbangan terkini.
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali, berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dapat memengaruhi operasional penerbangan, terutama saat lepas landas dan pendaratan.
Sebelumnya, hujan lebat sempat berdampak pada operasional di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa, 24 Februari 2026. Saat ini operasional bandara telah kembali normal.
Tercatat sedikitnya lima penerbangan terdampak cuaca buruk. Dua penerbangan internasional melakukan pengalihan pendaratan (divert), yakni Cebu Pacific rute Manila–Denpasar serta Indonesia AirAsia rute Phuket–Denpasar. Sejumlah penerbangan domestik seperti TransNusa dan Wings Air rute Denpasar–Lombok juga mengalami penundaan keberangkatan.
General Manager AirNav Indonesia JATSC, Widodo, menjelaskan pengalihan pendaratan merupakan prosedur standar keselamatan penerbangan.
“Dalam kondisi cuaca yang tidak memenuhi standar keselamatan, pilot dapat memutuskan untuk melakukan divert ke bandara alternatif terdekat. Ini sepenuhnya demi menjaga keselamatan penerbangan,” ujar Widodo, Kamis, 26 Februari 2026.
AirNav, lanjut Widodo, melakukan pengaturan ulang lalu lintas penerbangan serta manajemen slot waktu keberangkatan dan kedatangan agar jadwal tetap tertata dan operasional berjalan aman.
BMKG menyampaikan dinamika atmosfer, termasuk aktivitas monsun dan potensi pembentukan awan konvektif, meningkatkan peluang hujan lebat dan angin kencang di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Dalam penerbangan, kondisi tersebut dapat memicu wind shear atau perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba, turbulensi, serta jarak pandang terbatas.
Regulasi keselamatan penerbangan di Indonesia mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO) dan ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Setiap keputusan penundaan atau pengalihan penerbangan didasarkan pada evaluasi kondisi cuaca aktual dan prakiraan dari otoritas meteorologi.
Penumpang Diminta Datang Lebih Awal
AirNav mengimbau penumpang untuk berkoordinasi langsung dengan maskapai terkait status penerbangan, datang lebih awal ke bandara guna mengantisipasi antrean atau perubahan jadwal, memantau lalu lintas menuju bandara saat hujan lebat, serta mengaktifkan notifikasi aplikasi maskapai untuk memperoleh pembaruan informasi secara waktu nyata.
Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko keterlambatan dan menjaga kelancaran perjalanan di tengah potensi cuaca ekstrem.
AirNav menegaskan komitmen berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, serta pengelola bandara demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas penerbangan selama periode cuaca ekstrem.
Editor: Redaksi TVRINews
