
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Upaya memperkuat pengawasan maritim di kawasan kembali ditunjukkan Bakamla RI. Dalam rangkaian pelatihan Incorporating Aviation Reconnaissance Sensors to Maritime Domain Awareness (MDA), Bakamla RI menyambut secara resmi kedatangan pesawat patroli milik Japan Coast Guard (JCG) Gulfstream V di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (19/2/2026).

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah diwakili Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono memimpin penyambutan tersebut. Pesawat JCG itu tiba setelah menjalani misi kunjungan dari Jibuti dan akan menjadi wahana utama dalam sesi pelatihan yang berlangsung di Jakarta.
Dalam konferensi pers, Superintendent 1st-Grade JCG Takahashi Toru menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bukti nyata konsistensi Indonesia dan Jepang dalam menjaga keamanan laut.
“Kami membawa Gulfstream V bukan hanya sebagai alat latihan, tetapi sebagai simbol komitmen kami untuk mendukung peningkatan maritime domain awareness di kawasan,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (19/2/2025).
Sementara itu, Plt. Dubes Jepang untuk Indonesia Myochin Mitsuru menilai pelatihan bersama ini menjadi momentum penting memperkuat hubungan kedua negara.
“Kolaborasi ini memperlihatkan eratnya kemitraan Jepang–Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keselamatan di laut,” katanya.
Perwakilan UNODC Indonesia, Steven Young, yang turut hadir, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Global Maritime Crime Programme (GMCP).
“Integrasi teknologi pengintaian udara sangat krusial untuk memerangi kejahatan maritim lintas negara. Pelatihan ini menjadi langkah signifikan,” jelasnya.
Rombongan Bakamla RI bersama delegasi JCG kemudian melakukan inspeksi sarana latih, menyaksikan langsung kemampuan sensor dan teknologi yang digunakan pesawat Gulfstream V dalam mendukung operasi keamanan maritim.
Pelatihan yang berlangsung hingga Kamis ini fokus pada penguasaan teknik integrasi sensor pengintaian udara ke sistem pemantauan maritim modern. Selain personel Bakamla RI, hadir pula peserta dari Philippine Coast Guard (PCG) dan Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA).
Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Eko Wahjono menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan kerja sama internasional tersebut.
“Semoga pelatihan ini menjadi katalis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan bersama antar coast guard di kawasan. Keamanan maritim tidak bisa dijaga sendirian,” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama serta meningkatkan kapasitas pengawasan laut yang lebih terpadu di kawasan Asia Tenggara.
Editor: Redaktur TVRINews
