Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Aceh Tamiang
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang kembali membuka layanan pasien Unit Gawat Darurat (UGD) dan hemodialisa atau cuci darah. Rumah sakit yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor kini telah dibenahi dan kembali dapat dimanfaatkan berkat kerja keras lintas kementerian dan lembaga.
Direktur Utama RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah mengoperasikan layanan-layanan prioritas. Ia mengatakan UGD, layanan cuci darah, serta instalasi farmasi sudah mulai dibuka meski masih dengan keterbatasan.
“Fokusnya adalah membuka UGD, membuka layanan cuci darah, membuka instalasi farmasi. Sudah bisa mulai hari ini (Selasa) kami membuka pelayanan. Tentu saja pelayanan terbatas ya,” ujar Andika Putra dalam keterangan yang diterima pada Rabu 10 Desember 2025.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa sembari menunggu seluruh ruangan benar-benar siap digunakan, pihak rumah sakit tetap mengupayakan pelayanan bagi setiap pasien yang datang. UGD juga disiapkan untuk melayani rawat inap bagi pasien yang memungkinkan dirawat di RSUD Aceh Tamiang.
Untuk sementara, RSUD Aceh Tamiang menyediakan 20 tempat tidur di UGD. Operasional pelayanan kegawatdaruratan tersebut turut didukung oleh RSUP H Adam Malik Medan.
“Yang datang ke sini tetap kami upayakan kami layani. Kami untuk operasional UGD dibantu dari Rumah Sakit Adam Malik, kami sediakan nanti 20 tempat tidur untuk rawat inap terbatas,” jelas Andika.
Ia menambahkan, sejumlah fasilitas pendukung telah dibersihkan dan masih dalam tahap penyelesaian.
“Farmasi sudah dibersihkan, sedang finishing. Ruang cuci darah, lumpur sudah dikeluarkan, ini tinggal disikat dipel,” tambahnya.
Tahapan berikutnya, pihak rumah sakit akan memfokuskan pembersihan Poli Rawat Jalan. Andika berharap secara bertahap ruang ICU, laboratorium, hingga radiologi dapat segera difungsikan kembali untuk melayani pasien.
Sementara itu, Tim TNI AL dari Koarmada I Belawan yang dipimpin Kapten Laut (PM) Suherman menyatakan RSUD Aceh Tamiang merupakan fasilitas vital yang harus segera dibenahi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal. Ia mengatakan personel TNI bersama tim farmasi melakukan pemilahan obat-obatan yang masih layak digunakan.
“Untuk obat-obat yang masih bisa diamankan, kita bekerja dengan pihak rumah sakit bagian farmasi mana yang bisa digunakan. Jadi kami memila-milah mana yang bisa digunakan untuk berikutnya dan mana yang tidak bisa digunakan,” ujar dia.
Sejak sepekan terakhir pascabanjir, ratusan personel TNI dikerahkan untuk membersihkan lingkungan RSUD Aceh Tamiang. Usai bencana, akses menuju rumah sakit sempat tertutup kendaraan yang terbawa arus banjir sehingga harus dipindahkan secara manual.
Sebelumnya, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya pada Sabtu (6/12) menyebutkan RSUD Aceh Tamiang tertutup lumpur dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter yang telah mengeras. Selain itu, hampir seluruh barang dan peralatan di dalam rumah sakit mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Editor: Redaktur TVRINews
