
Muhaimin Dorong Koperasi Jadi Motor Swasembada Pangan dan Pengentasan Kemiskinan
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar menegaskan koperasi memiliki peran strategis sebagai motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam pertemuan dan rapat koordinasi bersama Menteri Koperasi di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, penguatan koperasi merupakan langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis produksi dan pemberdayaan.

"Kita akan terus bekerja sekuat tenaga agar koperasi tumbuh dan bergerak menjadi kekuatan ekonomi, agar bisa ikut bersama-sama mengatasi kemiskinan, dengan target penghapusan kemiskinan ekstrem tahun ini, dan maksimal 5 persen tahun 2029," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 14 April 2026.
Ia menekankan, pemberdayaan masyarakat harus difokuskan pada peningkatan kapasitas ekonomi dan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Dalam hal ini, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih didorong menjadi garda terdepan dalam menggerakkan ekonomi nasional berbasis desa.
Kemudian, Muhaimin juga menegaskan bahwa koperasi harus menjadi bagian integral dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional.
"Target pemerintah dan perintah Presiden adalah swasembada pangan dan menuju kemandirian energi. Maka koperasi harus tumbuh dan menjadi bagian integral dari kemandirian tersebut," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan koperasi diharapkan mampu masuk ke dalam rantai produksi dan distribusi pangan nasional, termasuk menjadi penyerap utama hasil produksi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.
Selain itu, koperasi juga diarahkan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk barang bersubsidi, melalui gerai-gerai di tingkat desa dan kelurahan.
"Dengan penguatan kelembagaan, koperasi harus siap bersaing di tengah pasar yang menantang sekaligus menjanjikan, sehingga mampu mengisi potensi ekonomi nasional," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan tersebut melalui penguatan program koperasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ia menambahkan, pihaknya juga menggandeng Kementerian Sosial untuk mendorong penerima bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), menjadi anggota koperasi.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi akses terhadap kebutuhan pokok, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sisa hasil usaha, sehingga mampu keluar dari kelompok ekonomi terbawah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar kementerian dalam menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan, sekaligus mempercepat swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
