
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut), menunjukkan penurunan signifikan pada minggu ketiga Januari 2026.
Kondisi ini menandai mulai pulihnya pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok setelah sebelumnya terganggu akibat bencana alam.
Ketiga provinsi tersebut sempat mencatat kenaikan IPH dan masuk dalam kelompok daerah dengan inflasi tertinggi pada Desember 2025. Kenaikan harga kala itu dipicu terputusnya akses jalan dan jembatan, rusaknya pasar, serta terganggunya distribusi komoditas pangan.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, penurunan IPH merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan di wilayah terdampak.
“Daerah-daerah yang terdampak tadinya mengalami inflasi tinggi, termasuk lima daerah tertinggi. Dengan kerja keras pemerintah pusat seperti Bulog dan Badan Pangan, ditambah pemerintah daerah masing-masing, inflasi di daerah bencana bisa diatasi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan pada Desember 2025 kenaikan IPH terjadi karena distribusi terhambat akibat kerusakan infrastruktur. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mempercepat pengiriman logistik melalui berbagai jalur, termasuk jalur udara.
“Bulog melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah sulit, bahkan melalui udara, menggunakan helikopter dan pesawat Hercules,” ucap Tito.
Dukungan infrastruktur bandara di wilayah terdampak turut mempercepat distribusi, di antaranya Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, serta bandara di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 hanya tersisa beberapa daerah yang masih mencatat kenaikan IPH, yakni Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa di Aceh, Kabupaten Nias Selatan di Sumut, serta Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman di Sumbar. Sementara mayoritas kabupaten dan kota lainnya telah mengalami penurunan harga.
Seiring pemulihan tersebut, seluruh jalan nasional di tiga provinsi terdampak kini telah berfungsi kembali. Normalisasi akses ini membuat arus distribusi logistik antardaerah berjalan lebih lancar.
Aktivitas pasar juga menunjukkan perbaikan, dengan seluruh pasar di Sumut dan Sumbar telah beroperasi penuh, sementara di Aceh sebanyak 73 dari total 112 pasar kembali beroperasi.
Mendagri menegaskan capaian ini merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta dukungan pemerintah daerah dalam membuka kembali akses distribusi pascabencana.
“Ini kerja keras yang luar biasa untuk memenuhi suplai di tengah kondisi sulit, jalan terputus, dan berbagai hambatan. Pembukaan jalan oleh PU, dukungan pemerintah daerah, hingga distribusi udara memberikan dampak nyata pada stabilitas harga,” kata Tito.
Pemerintah berharap stabilitas harga di wilayah terdampak bencana dapat terus terjaga seiring pemulihan infrastruktur dan kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap.
Editor: Redaktur TVRINews
