
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Jakarta
Kolaborasi Kementan dan ID FOOD bertujuan menciptakan efisiensi rantai pasok dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir industri peternakan di Provinsi Gorontalo.
Strategis ini ditujukan untuk memperkokoh posisi peternak rakyat dalam ekosistem industri nasional sekaligus menjamin kepastian pasar di tingkat daerah.

Inisiatif tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan BUMN pangan, ID FOOD (PT Rajawali Nusantara Indonesia), di Jakarta, Kamis 5 maret 2026.
Kerja sama ini memproyeksikan pembangunan infrastruktur peternakan yang komprehensif, mencakup pabrik pakan, pusat pembibitan, hingga fasilitas pengolahan produk akhir.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa intervensi pemerintah dalam proyek ini merupakan mandat langsung untuk memastikan peternak lokal tidak tergerus oleh modernisasi industri, melainkan menjadi bagian inti di dalamnya.
"Negara hadir dalam hilirisasi ayam terintegrasi ini untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengangkat kesejahteraan peternak," ujar Agung. Ia menambahkan bahwa model integrasi ini akan meningkatkan efisiensi produksi yang berdampak langsung pada stabilitas pendapatan peternak.
Optimalisasi Bahan Baku Lokal
Gorontalo dipilih karena memiliki keunggulan komparatif pada sektor bahan baku pakan. Dengan produksi jagung yang mencapai 1,5 juta ton per tahun, wilayah ini dinilai memiliki kemandirian logistik untuk menekan biaya produksi ternak.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menekankan bahwa hilirisasi ini merupakan kelanjutan dari berbagai program bantuan pusat, termasuk ekosistem perkebunan kelapa dan cokelat.

"Produksi jagung kami yang besar adalah potensi krusial untuk bahan baku pakan. Dengan hilirisasi, perekonomian daerah akan semakin bergeliat," tutur Gusnar.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan lahan untuk proyek ini telah berstatus clear and clean guna mempercepat implementasi di lapangan.
Dukungan untuk Program Nasional
Selain penguatan ekonomi lokal, proyek ini dirancang sebagai tulang punggung pasokan protein untuk agenda nasional. Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menjelaskan bahwa integrasi ini akan menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
"Proyek ini diproyeksikan untuk menambah pasokan dalam program MBG sesuai arahan Presiden. Kuncinya ada pada ketersediaan ayam dan pakan agar harga tetap stabil," jelas Ghimoyo.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dalam menjalankan operasional industri tersebut.
"Saya akan memilih mitra lokal dari Gorontalo agar dampak ekonomi dari pengembangan industri ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," pungkasnya.
Melalui skema ini, Pemerintah berharap model hilirisasi di Gorontalo dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan sektor peternakan di wilayah lain, guna menciptakan kedaulatan pangan yang berbasis pada pemberdayaan peternak rakyat.
Editor: Redaksi TVRINews
