
Banjir Sumatra (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Bantuan Komprehensif Meliputi Huntara, Santunan, dan Dapur Umum
Pemerintah Indonesia memastikan penanganan komprehensif bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh.
Selain bantuan logistik, fokus utama penanganan kini beralih pada penyediaan hunian, baik sementara (huntara) maupun permanen (huntap).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa upaya pemulihan ini merupakan kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga.
"Nanti kalau huntara yang memimpin adalah Pak Kepala BNPB. Tapi, itu sudah menjadi bagian dari perencanaan untuk menyiapkan huntara dan tentu nanti hunian tetapnya," ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.
Menurut keterangan Mensos, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, akan memimpin langsung koordinasi penyediaan hunian sementara.
Langkah ini terintegrasi dengan rencana jangka panjang pembangunan hunian tetap. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menentukan lokasi dan skema pembangunan.
Santunan dan Dukungan Logistik Besar
Di samping penanganan fisik, Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah menyiapkan santunan finansial bagi para korban. Besaran santunan ahli waris ditetapkan sebesar Rp15 juta bagi korban meninggal dunia, sementara korban luka berat akan menerima santunan sebesar Rp5 juta.
Secara keseluruhan, total bantuan yang telah disalurkan Kemensos mencapai Rp25 miliar. Dana ini mencakup bantuan natura serta dukungan operasional untuk penyiapan makanan bagi pengungsi.
Untuk menjamin kebutuhan pangan terpenuhi, Kemensos telah mengaktifkan sekitar 30 dapur umum. Dapur-dapur ini dikelola bersama oleh masyarakat dan Dinas Sosial setempat di tiga provinsi yang terdampak paling parah.
Lebih dari 570 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dikerahkan untuk mendukung operasi dapur umum. Mereka dilaporkan memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 bungkus makanan siap santap setiap hari.
Fase Pasca-Darurat dan Data Dampak Bencana
Mensos Gus Ipul menekankan bahwa penanganan ini adalah manifestasi dari sinergi nasional. "Intinya, ini adalah kerja bersama. Ini sinergi, ini gotong royong menindaklanjuti arahan Bapak Presiden," jelasnya.
Setelah fase darurat terlewati, pemerintah juga telah merencanakan program pemberdayaan lanjutan. Program ini ditujukan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, atau mata pencaharian akibat bencana alam ini.
Berdasarkan data Rekapitulasi Terdampak Bencana dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatra Tahun 2025 yang dirilis BNPB per Rabu 3 Desember 2025 pagi, dampak bencana tercatat sangat signifikan:
• Meninggal Dunia: 753 orang
• Dinyatakan Hilang: 650 orang
• Mengalami Luka-Luka: 2.600 orang
Pemerintah berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap warga terdampak menerima bantuan dan dukungan yang memadai hingga pemulihan total tercapai.
Editor: Redaksi TVRINews
