
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Birueuen
Pemulihan fasilitas umum di Provinsi Aceh terus dipercepat melalui rangkaian kegiatan pembersihan dan perbaikan sarana public. Hingga Minggu 1 Februari 2026, Personel TNI bersama masyarakat bekerja ekstra untuk mengembalikan fungsi sarana prasarana yang sempat tertutup endapan lumpur dan material sisa banjir.

Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, TNI menerjunkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan sisa lumpur yang menghambat akses utama warga. Langkah serupa juga dilakukan di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, di mana buldoser milik Zeni TNI AD dikerahkan untuk menyingkirkan lumpur kering yang menutupi jalan raya.
Selain di pemukiman, alat berat turut difokuskan untuk membuka akses jalan pada titik longsor jalur Blangkejeren-Kutacane di Kecamatan Putri Betung, serta Dusun Berawang Salam di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Normalisasi saluran air juga menjadi prioritas dalam kegiatan ini. Di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, prajurit TNI dan warga setempat bahu-membahu membersihkan gorong-gorong menggunakan sekop dan cangkul. Upaya pembersihan parit juga tuntas dilakukan di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, hingga aliran air kembali berfungsi normal.
Fasilitas publik lainnya seperti sarana olahraga dan ekonomi tidak luput dari penanganan. Di Desa Petrik, Kecamatan Pining, prajurit TNI membersihkan lapangan futsal yang tertimbun lumpur. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, personel gabungan melakukan pembersihan total di Koperasi Unit Desa (KUD) Meureudu. Kantor yang sebelumnya berantakan dan tertutup lumpur kini telah kembali rapi sehingga siap digunakan kembali untuk aktivitas ekonomi warga.
Perbaikan fasilitas umum ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat Aceh dapat segera bangkit dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan yang aman dan normal.
Editor: Redaktur TVRINews
