Penulis: Rega Pradila
TVRINews, Ponorogo
Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan siswa baru padahal pihak sekolah sudah menawarkan beberapa kemudahan dengan memberikan seragam gratis hingga uang transportasi setiap bulannya bagi anak yang mau bersekolah di sekolah tersebut.
Saat sebagian besar Sekolah Dasar Negeri penuh dengan calon siswa baru, hal tersebut berbanding terbalik dengan Sekolah Dasar Negeri Jalen di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo Jawa Timur. Hingga akhir masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, SDN Jalen tidak mendapatkan siswa baru sama sekali.
Dedi Adi Nugroho selaku Kepala SDN Jalen menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menarik minat wali murid untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri tersebut.
Pihak sekolah bahkan memberikan sejumlah kemudahan yakni mengratiskan 4 stel seragam sekolah, tas, tabungan pendidikan hingga memberikan biaya transport sebesar Rp 150.000 perbulannya.
Baca Juga : Bahas Politik, Ketum Golkar Airlangga Hartarto Bertemu Puan Maharani Hari Ini
Awalnya ada 2 orang anak yang ingin mendaftar namun dikarenakan hanya sedikit yang mendaftar, orang tua memilih mundur dan mendaftarkan anaknya ke sekolah lain sehingga tahun ini SDN Jalen tidak dapat memenuhi pagu siswa baru sebanyak 28 orang.
“Untuk kelas 1, sebenarnya ada 2 yang ingin mendaftar dan malah minggu kemarin menanyakan kelanjutannya untuk diterima disini seperti apa. Karena 2 orang ini berkeinginan di kelas 1 nya ada teman yang artinya kalau ada 5 orang mereka baru mau masuk. Tetapi karena hanya 2 dengan berat hati saya suruh cari mencari sekolah lain.”, ungkap Dedi Adi Nugroho
Saat ini tengah tren bahwa orang tua lebih memilih menitipkan anak-anak ke boarding school atau pondok sehingga banyak sekolah negeri yang tidak mencapai pagu.
Saat ini jumlah siswa di SDN Jalen total hanya ada 24 siswa. Masing-masing kelas 2 sebanyak 1 siswa, kelas 3 hanya 3 siswa, kelas 4 dan 5 sebanyak 5 siswa, dan kelas 6 sebanyak 10 siswa. Setidaknya ada lima SDN yang tidak mendapatkan siswa sama sekali se-Kabupaten Ponorogo yakni SDN Jalen, SDN 2 Munggu Kecamatan Bungkal, SDN 3 Babadan, SDN 2 Tegalombo Kauman dan SDN 1 Duri Slahung.
“Khususnya untuk yang SD memang ada 5 sekolah yang tidak mendapatkan murid. Ini menunjukkan bahwa KB sukses dan yang kedua mungkin perlu adanya inovasi-inovasi dari Kepala Sekolah untuk bisa menarik simpati masyarakat bagaimana mereka bisa menyusun program-program unggulan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat ada. Kami terus mendorong Kepala Sekolah untuk terus berinovasi yang terbaik untuk nanti ke depan lembaga yang dikelolanya itu mempunyai program yang jelas sehingga masyarakat mau menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga itu.”, ujar Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo.
Baca Juga : Japan Open 2023: Tren Positif Ana/Tiwi
Editor: Redaktur TVRINews
