
Tangkapan Layar YouTube PWI Official
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Banten
Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting bagi insan pers untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang pers Indonesia sekaligus menatap tantangan dan arah masa depannya. Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya pada HPN 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.
Munir menegaskan, Hari Pers Nasional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan ruang evaluasi dan perenungan atas peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tanpa mengurangi makna Hari Pers tahun 2026 ini, pers hari ini adalah momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi perjalanan. Pers berjalan searah dengan sejarah dan masa depan bangsa," kata Munir, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menilai, pers Indonesia sejak awal kelahirannya telah tumbuh bersama cita-cita kemerdekaan dan proses pembangunan nasional. Karena itu, keberadaan pers tidak bisa dilepaskan dari perjalanan bangsa, baik dalam fase perjuangan, konsolidasi demokrasi, maupun pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Munir, refleksi yang dilakukan pada peringatan HPN menjadi semakin relevan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, khususnya akibat disrupsi teknologi dan arus informasi digital yang kian masif. Dalam situasi tersebut, pers dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjaga kualitas, integritas, dan relevansinya bagi publik.
"Pers hadir bukan di ruang hampa. Ia tumbuh bersama sejarah bangsa dan akan terus menentukan wajah masa depan Indonesia," ujarnya.
Melalui peringatan HPN 2026, Munir berharap seluruh insan pers dapat kembali meneguhkan jati dirinya sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk kepentingan publik, sekaligus beradaptasi menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar jurnalistik.
"Refleksi ini penting agar pers Indonesia tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga siap melangkah ke depan dengan lebih kuat dan bermartabat," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
