
dok. BPH Migas
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Padang
Nelayan di Teluk Bayur merasakan kemudahan dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi melalui mekanisme Surat Rekomendasi yang dinilai semakin tertib dan tepat sasaran.
Salah satu pemilik kapal bagan, Azwin, mengaku distribusi BBM subsidi yang difasilitasi pemerintah membuat aktivitas melaut menjadi lebih pasti.

(dok. BPH Migas)
“Kami nelayan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memfasilitasi kebutuhan BBM subsidi bagi nelayan kecil,”ujar Aswin dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Ia juga mengapresiasi kemudahan dalam pengurusan Surat Rekomendasi yang dinilai sangat membantu nelayan dalam mendapatkan BBM subsidi.
Hal senada disampaikan Ketua Usaha Bersama Bagan Setra Abadi, Erwin BL, yang menilai kebijakan ini mendukung keberlangsungan usaha nelayan.
“Kami sangat terbantu dengan ketersediaan BBM subsidi untuk melaut,”ungkap Erwin.
Sementara itu, nelayan lain, Jasrizal, menegaskan komitmennya untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan.
“Satu liter pun kami jaga. Semoga ke depan tetap lancar tanpa kendala,”kata Jasrizal.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi Anas menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, badan usaha, dan nelayan agar distribusi BBM subsidi tidak disalahgunakan.
“BBM subsidi harus benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan yang berhak agar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal,”ujar Anas.
Di kawasan Teluk Bayur, nelayan memperoleh BBM subsidi di SPBU terdekat yang berjarak sekitar 3 kilometer. Kebutuhan BBM berkisar antara 600 hingga 1.200 liter untuk melaut selama 5 hingga 7 hari.
Sebelumnya, Wahyudi juga memastikan langsung penyaluran BBM subsidi di salah satu SPBU di Kecamatan Padang Selatan berjalan sesuai ketentuan, termasuk pemanfaatan sistem berbasis teknologi informasi.
Ia menegaskan, penggunaan Surat Rekomendasi efektif dalam menjaga distribusi tetap tertib dan sesuai kebutuhan, khususnya bagi kapal nelayan berkapasitas di bawah 30 gross ton (GT).
Dengan penyaluran yang semakin baik, pemerintah berharap ketersediaan BBM subsidi dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi.
Editor: Redaksi TVRINews
