
doc: Tangkapan layar youtube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jumat (24/4).
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara resmi menutup pelaksanaan Program Magang Nasional Batch I. Dalam momentum tersebut, Menaker menekankan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan instrumen krusial bagi para peserta untuk memenangkan persaingan di pasar kerja.
Meskipun masa magang di perusahaan telah usai, Menaker menegaskan bahwa interaksi antara peserta dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berlanjut melalui program penguatan kualitas SDM.
Menaker mengungkapkan bahwa Kemnaker telah menjalin kolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi secara gratis bagi para alumni magang.
"Sertifikat kompetensi menjadi bukti otentik bahwa seseorang memang kompeten terkait satu skill tertentu. Di luar sana ada biayanya, tapi khusus bagi adik-adik peserta magang, kami berikan secara gratis," ujar Yassierli dalam sambutannya di Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Layanan ini bersifat opsional, namun Menaker sangat menyarankan agar kesempatan ini diambil. Proses sertifikasi ini direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan, yang diawali dengan tahap pelatihan penyegaran (refreshing) agar para peserta siap menghadapi uji kompetensi.
Selain sertifikasi, Menaker juga menginstruksikan para peserta untuk memaksimalkan penggunaan platform SIAPkerja. Saat ini, Kemnaker tengah memperluas jangkauan lowongan kerja dengan mengintegrasikan sistem tersebut dengan berbagai portal kerja swasta nasional.
"Kami terus memperbesar jangkauan lowongan di career hub. Harapannya, seluruh lowongan di tanah air maupun luar negeri bisa terkonsolidasi di platform SIAPkerja kita," tambahnya.
Di hadapan para peserta, Menaker Yassierli juga mengingatkan adanya pergeseran tren di dunia industri yang kini lebih mengedepankan kemampuan nyata dibandingkan sekadar latar belakang pendidikan formal.
"Kunci ke depan adalah kompetensi. Ada istilah populer sekarang, skills not school. Industri mencari apa yang seseorang bisa lakukan (skill), bukan hanya sekadar lulusan mana," tegas Menaker.
Lebih jauh, Menaker berharap para alumni Magang Nasional Batch I tidak berhenti belajar dan terus meng-update profil mereka di akun SIAPkerja agar lebih mudah dilirik oleh perusahaan-perusahaan besar yang telah bermitra dengan pemerintah.
Editor: Redaksi TVRINews
