Penulis: Redaksi TVRINews
Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) untuk mempercepat implementasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai ketua satgas yang bertugas menerjemahkan kebijakan tersebut secara cepat di lapangan.
Beberapa fokus utama satgas ini antara lain pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt, serta percepatan konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Presiden menargetkan implementasi program transisi energi ini dapat berjalan maksimal dalam tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Baca Juga
Berita Utama
Terbaru
Rekomendasi
