
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Dorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi mendorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan periode Lebaran merupakan salah satu momen dengan tingkat perjalanan tertinggi di Indonesia. Kondisi ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
“Kami percaya pergerakan ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang baik bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ujar Made, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Menurutnya, lonjakan mobilitas tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.
Untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara, Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata hasil kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata. Paket tersebut difokuskan terutama bagi masyarakat pengguna transportasi udara.
Selain itu, Kemenpar juga terus mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri melalui kampanye penguatan pariwisata domestik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata nasional.
Made juga menekankan pentingnya peran agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) dalam memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat, termasuk penyampaian informasi yang akurat terkait harga tiket transportasi selama periode libur.
“Jika ada kondisi di lapangan, kami berharap dapat dikomunikasikan dengan baik agar bisa diklarifikasi sesuai kebijakan yang berlaku,” katanya.
Ia turut mengharapkan dukungan media dalam menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai kebijakan pemerintah, khususnya di sektor transportasi dan pariwisata.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menyampaikan pemerintah tengah mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.
Kebijakan tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, pengaturan tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang, serta penguatan dukungan terhadap rute perintis.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode Lebaran, seperti diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50 persen, serta diskon harga avtur hingga 10 persen di 37 bandara.
Tak hanya itu, potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen juga diberikan guna meringankan biaya operasional.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat hingga 17–18 persen, sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk bepergian selama libur Lebaran.
Editor: Redaksi TVRINews
