
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Penempatan PMI Terampil di Bahrain
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor formal dan terampil di Bahrain. Hal itu dibahas dalam pertemuan daring dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain, Ardi Hermawan, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa saat ini terdapat lebih dari 5.000 warga negara Indonesia yang bekerja di Bahrain, dengan sekitar 900 orang di antaranya merupakan pekerja terampil. Mereka tersebar di berbagai sektor seperti teknologi informasi, perhotelan, hospitality, restoran, dan kafe.
Christina mengatakan, Pemerintah Bahrain menyampaikan ketertarikan untuk merekrut lebih banyak tenaga kerja terampil dari Indonesia, khususnya di sektor kesehatan.

"Bahrain menyampaikan ketertarikan untuk merekrut lebih banyak tenaga kerja terampil dari Indonesia, khususnya di sektor kesehatan. Ini menjadi peluang yang perlu kita matangkan bersama," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menyebutkan, sektor kesehatan di Bahrain menawarkan gaji yang cukup kompetitif. Upah yang ditawarkan mencapai sekitar 400 Bahrain Dirham atau setara Rp17,5 juta per bulan.
"Besaran gaji ini cukup kompetitif untuk penempatan pekerja terampil sektor kesehatan di kawasan Timur Tengah," ucapnya.
Selain sektor kesehatan, Christina menambahkan, peluang penempatan PMI juga terbuka di sektor lain seperti welder atau tukang las, teknisi konstruksi, serta tenaga teknis lainnya.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama penempatan PMI melalui berbagai skema, baik antarpemerintah maupun government to private (G to P). Termasuk di dalamnya peluang kerja sama langsung dengan pengguna tenaga kerja (end user) di Bahrain.
"Penjajakan juga mencakup kemungkinan penyusunan nota kesepahaman atau MoU terkait rencana penempatan pekerja migran terampil," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI membuka peluang untuk melakukan kunjungan langsung ke Bahrain guna bertemu dengan Labour Market Regulatory Authority (LMRA), lembaga yang mengatur ketenagakerjaan dan pasar kerja di negara tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan sekaligus memperluas peluang kerja bagi PMI terampil di kawasan Timur Tengah, khususnya di Bahrain.
Editor: Redaksi TVRINews
