
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Bogor
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjangkau 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026. Dimana, sampai saat ini program tersebut telah menyentuh 60 juta penerima dalam kurun waktu satu tahun.
“Banyak pihak meragukan kemampuan kita, bahkan ada prediksi akan terjadi keracunan massal. Faktanya, dari miliaran porsi makanan yang sudah dibagikan, angka kasus keracunan hanya 0,008 persen. Artinya, hampir 99,99 persen MBG berjalan sukses,” jelasnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Senin, 2 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan jika pentingnya swasembada pangan dan aliran dana dari desa yang perlu diperkuat. Nantinya, MBG akan menjadi salah satu upaya strategis agar anak-anak Indonesia mendapat asupan gizi memadai.
“Alhamdulillah, malam tadi saya cek, jumlah penerima manfaat sudah 60 juta. Kita optimis Desember 2026 mencapai 82 juta,” tambahnya.
Program MBG kini memiliki lebih dari 22 ribu dapur operasional (SPPG) dengan 13 ribu dapur lain dalam proses pengajuan. Setiap dapur melibatkan pemasok lokal untuk sayur, tomat, wortel, ikan, ayam, dan daging, yang menyerap tenaga kerja 10-20 orang per dapur.
Presiden Prabowo menargetkan, penciptaan 3-5 juta lapangan kerja dari total penerima manfaat MBG.
“Rakyat kita butuh pekerjaan. MBG telah membuktikan efektivitasnya, bahkan mampu menciptakan satu juta lapangan kerja hanya dari program ini,” katanya.
Tak hanya itu, ia menuturkan jika MBG juga mendapat perhatian internasional. Para ahli dari White House dan Rockefeller Institute menilai MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan suatu negara, dengan setiap rupiah yang dikeluarkan berpotensi memberikan lima kali manfaat bagi masyarakat.
Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan MBG bukan hanya soal pangan, tetapi juga soal ekonomi desa, lapangan kerja, dan kesehatan anak-anak Indonesia.
“Program ini menjadi bukti nyata pemerintah mendorong kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
