
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo (Foto: Instagram PU)
Penulis: Fityan
TVRINews-Aceh Tamiang
Pemerintah percepat penyelesaian hunian modular guna memastikan warga terdampak bencana dapat beribadah dengan layak.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Provinsi Aceh, guna memastikan seluruh warga terdampak sudah meninggalkan tenda darurat sebelum memasuki bulan suci Ramadan tahun ini.
Dalam keterangannya Rabu 21 Januari 2026, Dody menegaskan bahwa pemerintah tengah bekerja ekstra agar masyarakat dapat menjalankan ibadah di tempat yang lebih aman dan nyaman.
"Kami mendorong pengerjaan secepat mungkin. Target kami adalah 'nol warga di tenda' saat Ramadan tiba, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan lebih tenang dan maksimal," ujar Dody dalam pernyataan tertulisnya.
Inovasi Konstruksi Cepat
Fokus utama pengerjaan saat ini berada di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek tersebut dilaporkan telah mencapai progres fisik sebesar 98,75 persen dan memasuki tahap finalisasi sebelum diserahterimakan kepada warga.
Untuk mengejar efisiensi waktu, Kementerian PU menerapkan teknologi Modular Lite (MOLI). Sistem konstruksi modular ini memungkinkan pembangunan dilakukan tanpa alat berat, sebuah metode yang dinilai sangat efektif untuk penanganan darurat di wilayah pascabencana yang sulit dijangkau.
Proyek di Aceh Tamiang ini berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan fasilitas yang mencakup:
• *Kapasitas* : 114 modul hunian untuk 84 kepala keluarga (sekitar 336 jiwa).
• Fasilitas Umum: 42 unit MCK, musala, area komunal multifungsi, dan area penjemuran.
• Infrastruktur Dasar: Pasokan listrik PLN, sumur bor, serta sistem pengolahan limbah biotek.
Arahan Strategis Presiden
Dody menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tidak hanya menitikberatkan pada pemulihan fisik bangunan, tetapi juga aspek psikososial dan ketenangan batin para pengungsi.
"Ini adalah mandat dari Bapak Presiden. Kami memberikan dukungan penuh, khususnya bagi warga di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas muslim, agar kondisi pascabencana tidak menghalangi kekhusyukan mereka dalam beribadah," pungkasnya.
Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari paket penanganan darurat pascabencana Aceh 1, yang diharapkan menjadi standar model pemulihan cepat bagi wilayah lain di Indonesia yang memiliki kerentanan serupa.
Editor: Redaktur TVRINews
