TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kerja sama dengan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk memperkuat sinergi pembangunan pendidikan tinggi dan riset nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Hal tersebut, dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Pada kesempatan tersebut, keduanya menekankan pentingnya penguatan pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis Iptek. Di mana, fokus pengembangan meliputi pendidikan kedokteran, riset kesehatan, penguatan talenta STEMM (science, technology, engineering, mathematics, and medical), hingga pemerataan kapasitas perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek saat ini tengah memfokuskan pengembangan Pusat Antar Universitas (PAU) sebagai model kolaborasi antarkampus guna meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya pendidikan tinggi dan infrastruktur riset nasional.
“Kita sedang memfokuskan penguatan pusat antar universitas agar fasilitas riset, laboratorium, infrastruktur digital, dan sumber daya unggul dapat dimanfaatkan bersama secara lebih efektif dan efisien,” ujar Menteri Brian.
Menurut Brian, pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas perguruan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat sektor-sektor strategis nasional, seperti kesehatan, nanoteknologi, maritim, dan riset berbasis biodiversitas Indonesia.
Pengembangan PAU juga diarahkan untuk memperluas pemerataan akses fasilitas pendidikan dan riset, khususnya bagi perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai basis utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pembangunan berbasis Iptek memerlukan penguatan STEMM dan perguruan tinggi yang mampu menjadi pusat pengembangan inovasi, talenta unggul, serta penggerak knowledge-based economy,” ujar Menteri Rachmat.
Kedua kementerian juga menekankan pentingnya penguatan keterhubungan antara perguruan tinggi, industri, UMKM, dan masyarakat agar hasil riset dan inovasi kampus dapat memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi lintas kementerian tersebut, Kemdiktisaintek berkomitmen mempercepat transformasi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang adaptif, kolaboratif, inklusif, dan berdampak bagi pembangunan nasional.










