
Menteri PU Tinjau Longsor Aceh Tengah, Penanganan Dipercepat
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat, 6 Februari 2026, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar penanganan bencana di wilayah tersebut dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Dalam kunjungannya, Dody menegaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada titik longsoran, melainkan juga menyasar faktor pemicu di sekitarnya, seperti aliran air dan kondisi geologi kawasan.

“Saya datang ke Aceh Tengah atas arahan Bapak Presiden melalui Sekretaris Kabinet, agar penanganannya bersifat komprehensif. Ada beberapa pekerjaan yang akan dilakukan, mulai dari grouting, penanganan sungai, hingga penguatan di sejumlah titik. Ini harus ditangani dengan cepat,”kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih belum sepenuhnya aman. Dody menyebut masih terdapat pergerakan air di bawah permukaan tanah yang berpotensi memperbesar runtuhan apabila tidak segera ditangani.
“Tadi saat kita meninjau, terasa ada getaran. Ini menandakan area tersebut belum sepenuhnya aman karena masih ada pergerakan air di bawahnya. Karena itu, pekerjaan fisik harus segera dimulai,”jelasnya.
Kementerian PU mencatat terdapat dua jalur jalan alternatif (detour) di sekitar lokasi. Jalur detour pertama memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer, sementara detour kedua sepanjang 5,2 kilometer. Dody menekankan pentingnya menjaga detour pertama agar tetap berfungsi dan tidak mengalami kerusakan lanjutan.
“Kita masih punya detour kedua yang lebih panjang. Namun saya berharap detour pertama bisa kita selamatkan. Tinggal sekitar 80 meter lagi yang perlu diamankan, sehingga saya minta penanganan bisa langsung dilakukan,”ungkapnya.
Secara teknis, penanganan akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga. Langkah yang dilakukan antara lain pengendalian aliran sungai agar tidak melimpas ke area longsoran, penanganan Sungai Pasangan, serta penutupan dan penguatan area gua yang diduga menjadi jalur masuk air ke bawah jalan detour.
“Dari hasil kajian bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah Kuala, teridentifikasi adanya aliran air sungai yang masuk ke bawah jalan. Karena itu, aliran di dekat sungai akan ditutup dan dilakukan grouting antara gua dan jalan detour agar air tidak memperparah kondisi,”lanjutnya.
Selain itu, penguatan lereng di sekitar lokasi juga akan dilakukan guna mencegah meluasnya runtuhan. Dody menegaskan bahwa percepatan penanganan menjadi krusial mengingat kawasan tersebut merupakan sentra perkebunan cabai berskala besar.
“Kalau longsoran ini melebar, akan muncul persoalan baru, termasuk terganggunya produksi pertanian dan potensi inflasi. Karena itu, penanganan harus dilakukan secepat mungkin,”ucapnya.
Kementerian PU memastikan akan terus melakukan pengamanan kawasan serta melaksanakan penanganan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan keberlanjutan fungsi jalan maupun lingkungan sekitar.
“Pekerjaannya memang banyak dan membutuhkan waktu, tetapi kita upayakan selesai secepat mungkin dengan kualitas yang tetap terjaga, agar hasilnya bisa bertahan dalam jangka panjang,” pungkas Dody.
Editor: Redaksi TVRINews
